Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa peringatan Satu Abad Jam Gadang merupakan agenda bersejarah yang untuk pertama kalinya diselenggarakan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Menurut Ramlan, Jam Gadang yang dibangun pada tahun 1926 merupakan salah satu ikon bersejarah paling penting di Indonesia dan menjadi simbol identitas masyarakat Bukittinggi.
“Jam seperti ini hanya ada dua di dunia, satunya lagi berada di Big Ben, London. Walaupun Sumatera Barat rawan gempa, Jam Gadang tetap berdiri kokoh dan terpelihara hingga hari ini. Jam Gadang bukan hanya simbol sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi detak jantung kehidupan masyarakat dan ekonomi Bukittinggi,” ungkap Ramlan.
Ia menambahkan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya serta memperkuat sektor pariwisata daerah.
Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya penanaman 1.000 pohon, Festival Randai, pertunjukan kesenian tradisional, seminar internasional, parade 1.000 perempuan berpakaian Minang, parade 100 penyair dunia membaca puisi, diskusi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta beragam kegiatan literasi yang melibatkan peserta dari berbagai negara.Melalui penyelenggaraan IMLF ke-4 dan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Bukittinggi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan, literasi, dan destinasi wisata unggulan yang mampu menarik perhatian dunia internasional. (***)
Editor : Editor