Jalur Kereta Api Sumbar, Andre Rosiade: Pemerintah Siapkan 300 M

Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, mengungkapkan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk program reaktivasi jalur kereta api di Sumbar. (Foto: Ist)
Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, mengungkapkan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk program reaktivasi jalur kereta api di Sumbar. (Foto: Ist)

Jakarta,- Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan transportasi kereta api di Sumatera Barat.

Anggaran sebesar Rp300 miliar pun disiapkan untuk mengaktifkan kembali jalur kereta yang menghubungkan sejumlah daerah di provinsi tersebut.

‎Informasi ini mengemuka melalui unggahan di akun Instagram resmi @andre_rosiade, yang juga merupakan politisi Partai Gerindra. Rabu (4/6/2026), disebutkan bahwa program reaktivasi ini akan menyasar rute Pariaman - Padang Panjang - Singkarak - Solok - Muara Kalaban - Sawahlunto.

‎"Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan transportasi kereta api di Sumatra Barat. Melalui program reaktivasi jalur kereta api di Sumbar dari Pariaman - Padang Panjang - Singkarak - Solok - Muara Kalaban - Sawahlunto," tulis Andre Rosiade.

‎Pemerintah menilai, pembukaan kembali konektivitas antardaerah ini akan mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu kendala utama perekonomian di Sumbar. Selain itu, proyek ini juga diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

‎Unggahan yang disertai tagar #AndreRosiade #Gerindra #Sumbar itu pun langsung menuai beragam respons dari warganet. Banyak yang menyambut antusias wacana ini, seperti akun @*** yang berharap proyek ini segera terealisasi.

‎"Tolong dipercepat pak kalau emg benar... Pengen kali rasain kereta lintas Sumbar dengan pemandangan gunung dan sungai-sungai yang indah," tulisnya penuh harap.

‎Namun, tak sedikit pula yang melontarkan kritik dan saran. Beberapa warganet justru meminta perhatian lebih pada infrastruktur jalan yang rusak.

Ada juga yang mempertanyakan tujuan utama reaktivasi ini, apakah untuk kepentingan masyarakat atau untuk mengangkut batu bara dari tambang di Sawahlunto.

‎"Tujuan untuk rakyat atau untuk batu bara ko pak? Pemerintah kan acok bukak fasilitas untuk keperluan tambang... Bukan kepentingan rakyat," tulis akun @*** dengan nada skeptis.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini