Musprov I Squash Sumbar 2026 Resmi Digelar, Dorong Pembinaan Atlet Berkelanjutan

Ketua Harian PB Squash Sumbar, Yofialdi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) I Squash Sumbar di Hotel Pangeran City Padang, Senin (8/6/2026). (Foto: Ist)
Ketua Harian PB Squash Sumbar, Yofialdi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) I Squash Sumbar di Hotel Pangeran City Padang, Senin (8/6/2026). (Foto: Ist)

Padang, - Musprov I Squash Sumbar resmi digelar di Hotel Pangeran City Padang, Senin (8/6/2026). Agenda bersejarah ini menjadi tonggak penting bagi penguatan organisasi sekaligus penyusunan strategi pembinaan atlet squash di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus cabang olahraga, pembina, pelaku olahraga, serta perwakilan kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Musprov I dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, sementara pelaksanaannya dipimpin Ketua Panitia, Zulfadli Muchtar.

Musprov I Squash Sumbar tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan definitif periode mendatang. Lebih dari itu, forum ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah pengembangan olahraga squash, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, penguatan kompetisi, hingga memperluas popularitas olahraga tersebut di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Hamdanus menegaskan bahwa organisasi olahraga harus mampu menghasilkan prestasi yang terukur dan berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan organisasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai wadah administratif atau aktif saat kegiatan seremonial semata.

"Musprov ini jangan hanya dipandang sebagai agenda memilih ketua atau menyusun kepengurusan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita merancang masa depan squash Sumatera Barat. Organisasi olahraga harus melahirkan program, pembinaan, dan prestasi," ujar Hamdanus.

Ia menjelaskan bahwa KONI Sumbar saat ini mendorong seluruh cabang olahraga menerapkan tata kelola organisasi yang modern, transparan, profesional, dan berorientasi pada prestasi.

Menurut Hamdanus, tantangan dunia olahraga semakin kompleks sehingga daerah tidak bisa hanya mengandalkan bakat alami atlet. Sebaliknya, prestasi harus dibangun melalui sistem pembinaan yang terencana dan berkelanjutan sejak usia dini.

"Prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi lahir dari perencanaan yang matang, pembinaan yang konsisten, pelatih yang berkualitas, serta organisasi yang mampu bekerja secara kolektif. Jika semua berjalan baik, saya yakin squash Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.

Selain itu, Hamdanus juga menyoroti pentingnya regenerasi atlet. Ia mendorong pengurus squash untuk memperluas basis pembinaan melalui kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas olahraga.

"Kita harus memperbanyak ruang lahirnya atlet-atlet baru. Jangan hanya bergantung pada atlet yang ada saat ini. Regenerasi merupakan kunci keberlangsungan prestasi olahraga," tegasnya.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner JPS - BolaBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini