Salah seorang mahasiswa berinisial Ivan Sentosa menilai kegiatan penelitian manuskrip kuno membutuhkan waktu yang lebih panjang agar hasil kajian lebih maksimal. "Meneliti teks kuno tidak cukup satu hari. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengetahui karya-karya ulama terdahulu,"katanya.
Mahasiswa lain bernama Farel, mengatakan bahwa kuliah praktik Filologi Islam memberikan pengalaman berharga dalam mengenal dan mengkaji naskah-naskah Islam secara langsung. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pelestarian manuskrip sebagai warisan ilmu pengetahuan dan budaya Islam.
"Melalui praktik ini kami belajar tentang proses identifikasi, pembacaan, hingga analisis naskah kuno. Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, dan kerja sama antar mahasiswa," ujarnya.
Farel juga mengaku terkesan dapat belajar langsung bersama Buya Apria Putra yang dikenal aktif melestarikan naskah kuno Islam di Minangkabau. Ia menilai sambutan hangat yang diberikan selama kegiatan berlangsung menambah kesan mendalam bagi para peserta.
Selain meneliti manuskrip, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai sejarah surau sebagai pusat pendidikan Islam di Minangkabau pada masa lampau. Surau tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat studi agama, penyalinan naskah, serta ruang diskusi intelektual masyarakat.Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga dan melestarikan manuskrip kuno sebagai sumber sejarah dan khazanah keilmuan Islam di Indonesia.
Editor : MS