Ike Revita Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Soroti Tantangan Komunikasi di Era Digital

Profesor Ike Revita menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Ist)
Profesor Ike Revita menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Ist)

“Pendidikan bahasa tidak boleh hanya mengajarkan tata bahasa dan keterampilan berbicara. Literasi digital serta kesadaran akan makna dalam konteks komunikasi harus menjadi bagian utama, agar masyarakat dapat menggunakan bahasa secara bijaksana,” tambahnya.

Ike Revita menilai bahwa disiplin ilmu pragmatik akan semakin berperan penting ke depan.

Bidang ini mempelajari hubungan antara bahasa, konteks, dan perilaku sosial, sehingga mampu membantu masyarakat membangun komunikasi yang efektif tanpa melupakan nilai empati dan rasa hormat terhadap orang lain.

Ia juga melihat perkembangan media sosial, kecerdasan buatan, serta komunikasi lintas budaya sebagai ruang kajian yang terus terbuka dan berkembang.

Sebagai langkah lanjutan setelah dikukuhkan, Ike berkomitmen memperkuat budaya akademik di Universitas Andalas.

Ia ingin mendorong peningkatan kualitas riset yang hasilnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk melahirkan inovasi di bidang bahasa, budaya, dan komunikasi.

Selain itu, ia juga berharap terbentuk pusat kajian yang mampu merespons tantangan zaman, terutama terkait etika berkomunikasi dan literasi digital.

Ia juga menekankan bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan budaya yang tercermin dalam cara berbahasa masyarakatnya.

Kajian pragmatik dapat menjadi sarana untuk mendokumentasikan, melestarikan, serta mengembangkan nilai-nilai tersebut agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan teknologi. Kualitas komunikasi dan kesantunan berbahasa juga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, inklusif, dan berbudaya,” ujarnya menutup orasi.

Editor : Editor
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini