Padang, - Rangkaian pengabdian Ekspedisi Andalas 2026 resmi dimulai melalui prosesi pelepasan yang berlangsung di Aula Masjid Raya Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya perjalanan para mahasiswa Universitas Andalas untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus mengembangkan kapasitas diri melalui pengabdian di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Tahun ini, lokasi pengabdian dipusatkan di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.
Selama berada di lokasi, peserta akan memperkenalkan inovasi pengolahan daun gambir menjadi sabun sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengabdian sebagai Proses Bertumbuh Bersama
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Ekspedisi Andalas menyampaikan bahwa pengabdian tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan sosial di lapangan.
Ia menuturkan bahwa masyarakat memiliki pengalaman dan pengetahuan yang menjadi sumber pembelajaran berharga.Oleh karena itu, inovasi pengolahan gambir menjadi sabun diharapkan mampu menjadi solusi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus lahir dari semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Pesan serupa disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Andalas yang diwakili oleh Menteri Kemensosmas. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap rendah hati selama menjalankan pengabdian.
Menurutnya, mahasiswa hadir bukan untuk merasa paling memahami keadaan, melainkan untuk mendengarkan, beradaptasi, serta menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Dari pihak Universitas Andalas, Kepala Bidang Humas turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas persiapan yang telah dilakukan.
Editor : Editor
