Yota Balad, satu-satu nya kepala daerah se indonesia yang menjadi pembicara dalam Internasional Education Forum 2026

Yota Balad, satu-satu nya kepala daerah se indonesia yang menjadi pembicara dalam Internasional Education Forum 2026
Yota Balad, satu-satu nya kepala daerah se indonesia yang menjadi pembicara dalam Internasional Education Forum 2026

Jakarta --- Wali Kota Pariaman Yota Balad, satu-satu nya Kepala Daerah se indonesia yang menjadi Pembicara dalam "International Education Forum 2026" yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Forum berskala internasional yang mengusung tema "Equitable Accessibility: Broadening the Opportunities to Higher Education in ASEAN (Aksesibilitas yang Berkeadilan: Memperluas Peluang Pendidikan Tinggi di ASEAN)" ini, diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) bekerja sama dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL), sebagai rangkaian dari mega event "Ayo Kuliah di Malaysia".

Duduk bersanding dengan Chief Executive Officer (CEO) EMGS, Mr. Novie Tajuddin yang memaparkan praktik dari Malaysia, Yota Balad hadir mewakili representasi praktik cemerlang dari Indonesia. Sesi panel bergengsi ini dipandu oleh akademisi senior Universitas Kuala Lumpur (UniKL), Dr. Farah Hida Sharin.

Tampil memukau sebagai Pembicara Bersama CEO EMGS, Yota Balad mencuri perhatian para petinggi pendidikan, pembuat kebijakan, dan akademisi ASEAN dengan gagasan visionernya : The Pariaman Edutourism Model.

Dalam presentasinya Yota Balad memutarbalikkan persepsi umum tentang apa itu 'kekurangan' kota kecil menjadi sebuah kekuatan eksklusif.

"Daya tarik terbesar kami justru terletak pada apa yang tidak kami miliki, Zero urban distractions. Tanpa hiruk-pikuk kota besar, kami menawarkan lingkungan murni yang dirancang khusus untuk 100 persen fokus pembelajaran bagi mahasiswa," tegas Yota di hadapan ratusan peserta forum.

Pariaman disajikan bukan lagi sekadar destinasi liburan, melainkan sebuah "Laboratorium Alam". Wali Kota memaparkan titik-titik destinasi strategis dari pesisir pantai, gugusan pulau, hingga desa wisata yang terintegrasi layaknya denah sebuah kampus raksasa tanpa sekat.

“Mahasiswa dari berbagai program studi, kita ajak untuk turun langsung mempraktikkan konservasi penyu, merehabilitasi mangrove, hingga melakukan transplantasi terumbu karang di Pulau Kasiak,” ungkapnya.

Tidak hanya kekayaan alam, Yota Balad juga mengundang universitas di ASEAN untuk menjadikan kekayaan budaya Pariaman sebagai ruang riset sosiologi, antropologi, dan Sport Tourism.

Mulai dari riuhnya festival Hoyak Tabuik yang dihadiri lautan manusia, diplomasi kuliner melalui Malamang, tradisi kesetaraan dalam Bajamba, hingga kearifan lokal Maelo Pukek yang mengajarkan mahasiswa tentang esensi sejati dari kolaborasi dan gotong royong.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - GorBanner Rahmat Saleh - Gema
Bagikan

Berita Terkait
Terkini