Bahkan dari segi aksesibilitas logistik, Yota mematahkan keraguan para pimpinan kampus. Dengan jarak tempuh hanya 30 menit penerbangan dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dilanjutkan perjalanan darat yang singkat, Kota Pariaman merupakan kota yang sangat strategis, ucapnya.
"Komitmen kami sederhana: Aman, autentik, dan sangat terjangkau. Mahasiswa Anda akan merasakan pesona budaya dan kuliner lezat yang bersahabat bagi anggaran kampus," tambahnya.
Acara yang turut dihadiri oleh Ketua Setia Usaha (KSU) Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, YBhg. Datuk Ts. Dr. Hj. Aminuddin bin Hassim, ini menjadi momentum emas bagi diplomasi pendidikan Kota Pariaman di level Asia Tenggara. Pintu kolaborasi dan pertukaran pelajar kini terbuka lebih lebar.
Menutup presentasinya dengan penuh wibawa, Yota Balad melemparkan pernyataan pamungkas yang disambut tepuk tangan gemuruh dari seluruh ballroom Kempinski."Pariaman menerima dengan tangan terbuka seluruh inisiatif dari universitas-universitas di ASEAN. Kirimkan mahasiswa Anda kepada kami. Karena kami siap, dan kami sangat bangga, untuk menjadi Kampus di luar Kampus Anda." Tutupnya.(**)
Editor : MS
