“Kami ingin mereka tumbuh melek digital dan siap bersaing,” katanya.
Wildan menambahkan SRT 3 Dharmasraya adalah Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumatera Barat.
Secara nasional ditargetkan dibangun 100 sekolah setiap tahun hingga mencapai 500 unit pada 2029.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyambut baik kehadiran sekolah ini sebagai bukti nyata negara memberi kesempatan setara.
Tahun ini diterima 390 siswa: 268 dari Dharmasraya, 60 Solok, 60 Padang, serta masing-masing satu siswa dari Padang Pariaman dan Bukittinggi. Ia pun menyinggung kisah Rehan, anak yang baru mulai bersekolah di usia 10 tahun namun kini punya harapan baru.
“Sekolah Rakyat membuka jalan agar mereka bisa sukses, memutus rantai kemiskinan, bahkan menjadi pemimpin masa depan,” ujar Annisa.Di akhir kegiatan, Mahyeldi meresmikan pembukaan sekaligus meninjau ruang kelas dan asrama.
Ia berharap sekolah ini melahirkan generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (***)
Editor : Editor
