HJK ke-357: Padang Harmoni Festival Angkat Keberagaman Etnis di Kawasan Kota Tua

Penampilan seni dan budaya lintas etnis — Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India — yang menyemarakkan malam penutupan Padang Harmoni Festival 2026. (Foto: Ist)
Penampilan seni dan budaya lintas etnis — Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India — yang menyemarakkan malam penutupan Padang Harmoni Festival 2026. (Foto: Ist)

Padang, - Padang Harmoni Festival 2026 resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di bawah Jembatan Siti Nurbaya, kawasan Kota Tua, Senin (10/8/2026) malam.

Festival perdana yang menyajikan ragam seni dan budaya lintas etnis ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

Mengusung tema “Urang Padang Jalan Barampek”, festival ini menegaskan Kota Padang sebagai rumah bersama bagi masyarakat Minangkabau, Nias, Tionghoa, dan India hidup berdampingan, rukun, dan saling memperkaya.

Turut hadir dalam acara penutupan Wakil Bupati Nias Selatan Yusuf Nache, unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua Forum Pembauran Kota Padang Suardi Z. Datuk Garang, perwakilan lintas etnis, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkungan Pemko Padang.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan Padang Harmoni Festival menjadi momentum penting untuk menegaskan karakter Kota Padang yang majemuk, harmonis, toleran, dan menjunjung tinggi kerukunan antaretnis serta umat beragama.

“Melalui Padang Harmoni Festival, kita menyaksikan keberagaman etnis dan budaya dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Maigus Nasir.

Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Kesbangpol Kota Padang bersama perkumpulan etnis Nias, Tionghoa, dan India yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini.

“Keberagaman etnis dan budaya merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan Kota Padang menuju kota gastronomi dunia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maigus Nasir menjelaskan kawasan Kota Tua Padang memiliki sejarah panjang sebagai tempat berkumpulnya berbagai etnis sekaligus pusat perdagangan pada masanya.

Keberagaman yang hidup berdampingan di kawasan ini sejak dahulu adalah bukti bahwa perbedaan bukan pemisah, melainkan perekat dan kekhasan yang membentuk identitas Kota Padang hingga hari ini.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini