Maigus juga menyampaikan harapan agar hasil uji petik ini memperkuat posisi Padang sebagai daerah dengan pelayanan perizinan dan fasilitasi investasi terbaik di Indonesia.
“Kata Pak Wali, yang juara itu cuma satu yaitu nomor satu. Mudah-mudahan Padang mendapat hadiah menjadi kota terbaik di Indonesia dari segi pelayanan dan fasilitasi terhadap investasi,” tutupnya.
Mewakili tim uji petik, Eduardo Edwin Ramda menyampaikan bahwa Kota Padang telah melewati rangkaian penilaian panjang, mulai dari penilaian mandiri, verifikasi dan validasi lapangan, hingga penetapan nominasi.
Dari proses tersebut, Padang memperoleh hasil sangat baik dan berhasil masuk enam besar dari sekitar 500 lebih kabupaten/kota se-Indonesia.
Penilaian dilakukan mengacu pada Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022 serta petunjuk teknis dalam Keputusan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 134 Tahun 2023.
Salah satu aspek utama yang dinilai adalah komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan kemudahan perizinan berbasis risiko sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.“Setelah uji pemaparan pekan lalu, hari ini kita lanjutkan dengan uji petik. Harapannya, kegiatan ini dapat menggambarkan implementasi dan percepatan pelayanan perizinan berusaha di daerah,” jelas Eduardo.
“Masuknya Kota Padang sebagai nomine menunjukkan komitmen Pemko Padang dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap Padang mampu menunjukkan kinerja terbaik dan meraih predikat best of the best melalui pelayanan yang mudah, cepat, transparan, serta mendukung percepatan investasi,” pungkas Eduardo Edwin Ramda. (***)
Editor : Editor



