Madu Galo-Galo Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Nagari Luak Kapau

Pj. Wali Nagari Luak Kapau Aprinal Y: Madu Galo-Galo berpotensi jadi produk unggulan dan peningkat pendapatan masyarakat. (Foto: Ist)
Pj. Wali Nagari Luak Kapau Aprinal Y: Madu Galo-Galo berpotensi jadi produk unggulan dan peningkat pendapatan masyarakat. (Foto: Ist)

Selain menghasilkan madu yang bernilai ekonomi, budidaya lebah juga memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan karena lebah berperan penting dalam proses penyerbukan berbagai jenis tanaman.

Aprinal menyebutkan, produksi madu galo-galo di KTH Nagaloman saat ini telah mencapai sekitar 45 liter.

Ke depan, pihaknya berharap produksi tersebut dapat terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya budidaya lebah tanpa sengat di wilayah tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap potensi madu galo-galo di Nagari Luak Kapau dapat semakin berkembang dan hasil panennya terus bertambah. Saat ini kami telah menghasilkan sekitar 45 liter madu,” ungkapnya.

“Harapannya, pemerintah daerah terus mendorong potensi lokal yang dikelola masyarakat agar tidak hanya menjadi kegiatan sampingan, tetapi bisa berkembang menjadi sumber pendapatan dan produk unggulan daerah,” pungkas Aprinal.

Kegiatan panen madu galo-galo di KTH Nagaloman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak dapat membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong pengelolaan hasil hutan yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Solok Selatan. (***)

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini