Langkah itu dilakukan agar proses pemadaman dan pencegahan dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 38.310,86 hektare.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni 12.443 hektare.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kubu Raya seluas 8.614 hektare, Kabupaten Mempawah 6.144 hektare, dan Kabupaten Sambas 2.318 hektare.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan beberapa daerah tersebut menjadi penyumbang utama kabut asap yang kini mulai berdampak ke berbagai wilayah.
"Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, kemudian ada beberapa di Kabupaten Sambas," ujarnya.
Daniel menjelaskan sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan gambut.Kondisi itu membuat proses pemadaman lebih sulit karena api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat padam.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana asap.
Berbagai langkah penanganan terus dilakukan, mulai dari patroli terpadu, pengerahan personel gabungan, hingga penguatan peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran.
Editor : Editor