Menurut Mahyeldi, perjalanan PDRI yang berlangsung selama 207 hari merupakan bukti kegigihan para pejuang dalam mempertahankan pemerintahan dan kedaulatan Indonesia melalui perjuangan bergerilya di berbagai wilayah Sumbar hingga Riau.
Karena itu, Pemprov Sumbar terus mendorong agar nilai-nilai sejarah perjuangan tersebut diwariskan kepada generasi muda. Salah satunya dengan memperkuat pembelajaran sejarah di sekolah dan mendorong pemanfaatan situs-situs bersejarah sebagai bagian dari destinasi pembelajaran bagi peserta didik.
Dalam konteks tersebut, Gubernur menilai IKA Lemhannas memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Pemprov Sumbar dalam memperkuat pendidikan kebangsaan dan kepemimpinan generasi muda.
Mahyeldi juga berbagi pengalamannya mengikuti pendidikan Lemhannas ketika masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang pada 2012. Menurutnya, pendidikan Lemhannas memberikan pembekalan penting bagi para pemimpin daerah, tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui diskusi, penulisan, presentasi, serta pembelajaran bersama para narasumber.“Memang sangat perlu hal seperti itu, karena kepala daerah berasal dari profesi dan latar belakang yang sangat berbeda. Mereka perlu pembekalan sebelum bertugas,” ujarnya.
Editor : MS