Andre juga menegaskan pembangunan jalan tol tersebut dirancang dengan memperhatikan keberadaan permukiman warga.
“Tidak ada kampung yang akan dibelah,” tegasnya. Khusus wilayah seperti Banuhampu, pemerintah menyiapkan akses jaringan pengantar atau jalan penghubung, bukan jalur utama tol.
Lebih lanjut, Andre menyampaikan bahwa dirinya bersama Pemprov Sumbar akan terus turun langsung ke jorong-jorong yang terdampak untuk berdialog dengan masyarakat dan ninik mamak.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperlancar proses pembebasan lahan dengan tetap mengedepankan prinsip ganti rugi yang layak bagi masyarakat.
Andre juga berharap proses pembebasan lahan dan persiapan pembangunan seksi Sicincin–Bukittinggi dapat berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan pengalaman pada ruas Padang–Sicincin sebelumnya.
“Kalau yang Padang–Sicincin prosesnya bertahun-tahun, kita berharap yang ini bisa diselesaikan dalam hitungan bulan. Tentu dengan dukungan semua pihak dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.Rapat tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumbar, serta PT Hutama Karya (Persero) selaku pengembang Jalan Tol Trans Sumatera.
Pertemuan ini menjadi langkah penting menyatukan arah pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaksana guna mempercepat realisasi pembangunan ruas Bukittinggi–Sicincin yang dinanti masyarakat. (***)
Editor : Editor
