Hari Paru Sedunia, TP-PKK Padang Dilibatkan Tuntaskan Kasus TBC

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Ketua TP-PKK Dian Puspita Fadly Amran membuka peringatan Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Ist)
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Ketua TP-PKK Dian Puspita Fadly Amran membuka peringatan Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Ist)

Padang, - Pemerintah Kota Padang memperingati Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Sabtu (26/9/2026), dengan tema "Kesehatan Paru Sepanjang Hayat" serta subtema "Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis (TBC)".

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendorong seluruh jajaran kader TP-PKK berperan aktif di garda terdepan mendukung percepatan penanggulangan TBC di kota ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Ketua II TP-PKK Nova Raju Minropa, Kepala Dinas P3AP2KB Bobby Firman, para Camat se-Kota Padang, serta pengurus TP-PKK tingkat kota dan kecamatan.

Maigus Nasir menyampaikan TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan penanganan lintas sektor.

Pada 2026, diperkirakan terdapat 4.847 kasus TBC di Kota Padang. Hingga 15 September 2026, sebanyak 2.705 kasus atau 55,8 persen telah ditemukan dan tersebar di seluruh kecamatan.

"Untuk meningkatkan penemuan kasus, pemerintah pusat melakukan skrining TBC secara aktif di masyarakat melalui kegiatan penelusuran yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kota Padang mendapat jatah kegiatan di 242 lokus, berlangsung hingga November 2026. Saat ini sudah dilakukan penelusuran di 115 lokus dengan sasaran 11.500 orang," ujar Maigus Nasir.

Ia menambahkan keberhasilan pengobatan TBC di Kota Padang pada 2025 mencapai 90,5 persen.

Sementara pasien yang putus berobat 4,3 persen, meninggal 3,8 persen, gagal pengobatan 0,1 persen, serta tidak dapat dilacak 1,3 persen.

Pembentukan Kelurahan Siaga TBC dan penemuan kasus aktif terus diperluas, namun dukungan semua pihak lembaga pendidikan, organisasi sosial, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga mitra TBC tetap sangat dibutuhkan.

"Kami mengajak seluruh pihak, khususnya kader PKK, untuk bersama petugas kesehatan berada di garda terdepan mendampingi masyarakat, memberikan edukasi, serta menghilangkan rasa takut dan stigma terhadap TBC," tegasnya.

Editor : Editor
Banner Relasi Publik
Bagikan

Berita Terkait
Terkini