Program pemberdayaan tersebut juga diarahkan untuk membuka ruang bagi ibu rumah tangga yang selama ini memiliki keterampilan memasak, membuat makanan tradisional, menyulam, menjahit maupun keterampilan produktif lainnya, tetapi belum memiliki akses yang memadai terhadap modal, kelembagaan dan pasar.
Dengan pengorganisasian melalui koperasi dan kelompok UMKM, kemampuan individual tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi bersama.
“Target akhirnya bukan sekadar membentuk kelompok atau koperasi, tetapi membangun Ekosistem UMKM Bundo Kanduang Nagari Gurun. Perempuan harus menjadi pelaku utama yang berdaya, produktif dan mampu ikut meningkatkan pendapatan keluarganya,” menjadi arah yang hendak diwujudkan.
Melalui sinergi Bundo Kanduang, KAN, pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan UMKM serta berbagai lembaga pendamping, Nagari Gurun berharap dapat melahirkan produk-produk unggulan yang mempunyai kualitas, legalitas dan daya saing.
Semangat yang dibangun adalah “Berdaya, Berkualitas, Bercita Rasa — Menopang Ketahanan Ekonomi Keluarga dan Nagari.”Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, Bundo Kanduang Nagari Gurun menegaskan pilihannya untuk tetap bekerja, berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab bagi Bundo Kanduang Nagari Gurun, penguatan perempuan bukan sekadar persoalan kelembagaan, tetapi ikhtiar membangun keluarga yang lebih mandiri dan Nagari Gurun yang lebih kuat. (***)
Editor : Editor