Padang, - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau memprakirakan wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam periode 28 Oktober hingga 2 November 2026.
Peningkatan curah hujan dipicu aktifnya dinamika atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta tingginya suhu permukaan laut di Samudra Hindia.
Menyikapi hal tersebut, BPBD Kota Padang mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor.
Selain ancaman cuaca ekstrem, BMKG dan BPBD juga menyoroti adanya sebaran asap yang menurunkan kualitas udara di wilayah Sumatera Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan bersama tim prakirawan BMKG serta Satgas Bencana di Kantor BPBD, Rabu (28/10/2026).
"Kami meminta seluruh masyarakat Kota Padang tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi," ujarnya.Hendri juga mengingatkan dampak sebaran asap yang menurunkan kualitas udara.
Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan pernapasan.
Bagi yang tinggal di daerah rawan genangan, diminta rutin membersihkan saluran drainase dan memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD.
Langkah antisipasi mandiri ini diharapkan mengurangi risiko dampak buruk cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. (***)
Editor : Editor