Selain itu, melalui Program Revitalisasi Reguler, sebanyak 30 sekolah juga menerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi dengan alokasi Rp40,46 miliar.
Dengan demikian, sepanjang tahun 2026, total bantuan revitalisasi kebencanaan dan reguler yang diterima sekolah-sekolah di Sumbar mencapai sekitar Rp88,89 miliar untuk peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Salah satu penerima bantuan revitalisasi kebencanaan tersebut adalah SMK Negeri 1 Sasak, dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.999.958.000 atau sekitar Rp3 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan tiga gedung baru yang kini telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap peningkatan fasilitas pendidikan di daerahnya.
Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut dapat meningkatkan daya saing SMK Negeri 1 Sasak, baik dari sisi kualitas proses pembelajaran maupun kompetensi lulusannya.
Kelengkapan sarana dan prasarana sekolah harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan serta kemampuan lulusan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.Dengan demikian, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan generasi muda, ujar Ihpan.
Kepala SMK Negeri 1 Sasak, Desman, menjelaskan bahwa sekolah tersebut sebelumnya berlokasi di kawasan Muaro Sasak dan kerap terdampak banjir.
Kondisi tersebut mendorong dilakukannya relokasi pembangunan gedung baru ke lokasi yang lebih aman dengan bantuan pembiayaan program revitalisasi sekolah dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan.
Editor : Editor