Batusangkar, - Lapangan Cindua Mato menjadi ruang kebersamaan yang menarik dalam dinamika politik lokal, Minggu (8/11/2026). Di tengah ramainya aktivitas masyarakat menikmati Car Free Day (CFD), dua partai politik, Partai NasDem dan Partai Golkar, hadir dengan kegiatan sosial yang berbeda, namun membawa semangat yang sama, yakni berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Partai NasDem menyapa masyarakat dengan membagikan sarapan gratis. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem yang jatuh pada Rabu, 11 November 2026.
Sementara itu, Partai Golkar menghadirkan Bazar Sembako Murah sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar yang diperingati pada 20 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian partai terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Menariknya, kedua kegiatan sosial itu berlangsung di ruang publik yang sama. Meski membawa warna dan identitas politik berbeda, NasDem dengan pembagian sarapan gratisnya dan Golkar melalui bazar sembako murahnya, sama-sama menunjukkan bahwa kehadiran partai politik semestinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemandangan tersebut mendapat perhatian Wakil Sekretaris Partai Golkar, Yohanes Neoldy. Melalui tulisan yang diunggah di akun media sosialnya, sebagaimana dilansir TribunSumbar, Minggu (8/11/2026), ia menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kepedulian sosial di tengah perbedaan dan kompetisi politik.
"Car Free Day di Lapangan Cindua Mato menjadi pemandangan menarik dalam dinamika politik lokal. Di tengah aktivitas masyarakat menikmati suasana akhir pekan, dua kekuatan politik, Partai NasDem dan Partai Golkar, hadir dengan kegiatan sosial yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama: berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tulis Yohanes.Menurutnya, kehadiran dua partai politik dengan kegiatan masing-masing di tempat yang sama menjadi gambaran bahwa perbedaan pilihan dan strategi politik tidak harus menjadi penghalang untuk melakukan hal-hal positif bagi masyarakat.
"Menariknya, kedua kegiatan ini berlangsung dalam ruang publik yang sama. Tidak ada sekat, tidak perlu saling meniadakan. NasDem dengan sarapan gratisnya, Golkar dengan bazar sembako murahnya," ungkapnya.
Ia menilai, politik tidak semestinya hanya dipahami sebagai persaingan, perebutan pengaruh, maupun pertarungan kepentingan. Lebih dari itu, politik harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Inilah wajah politik yang sesungguhnya kita harapkan. Politik yang tidak selalu harus diterjemahkan sebagai persaingan, perebutan pengaruh, atau pertarungan kepentingan. Sebab, di atas segala perbedaan warna dan atribut partai, ada kepentingan yang jauh lebih besar, yaitu kepentingan masyarakat," tulisnya.
Editor : Editor