"Teknik menyambung tidak sulit ternyata. Saya sangat berterima kasih kepada Tim Dosen Unand yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini. Banyak pengetahuan berharga saya peroleh sehingga akan saya praktekkan pada tanaman durian di kebun saya sendiri nanti, imbuhnya lagi,"ujar Rul.Durian Batu Busuak difasilitasi tim Unand sudah diikutkan pada lomba durian di Balitbu Solok beberapa bulan yang lalu.
Menutut Ketua RW Anwar, Durian Batu Busuak memiliki rasa yang khas. "Ada perpaduan pahit dan manis dan rasa khas inilah yang selalu diburu para pencinta durian. Kami menunggu kabar dari Solok (Balitbu,red), mudah-mudahan durian kami mendapat nominasi,"ujar Anwar.Monitoring yang dilakukan oleh Tim Dosen Unand Jumat 8 November 2019 memberikan hasil yang cukup memuaskan.
Walaupun tingkat keberhasilan sambungan antara peserta pelatihan, mahasiswa dan tim ahli bervariasi."Tapi, total bibit sambung yang berhasil tumbuh adalah sekitar 80% dari 1100 bibit yang disambung. Kegiatan masih akan berlanjut dengan pemeliharaan sampai bibit siap tanam ke lapangan tahun depan. Masih banyak teknologi tepat guna dan pengetahuan yang perlu ditransfer kepada masyarakat," ujar Dr. P.K. Dewi Hayati.
Menurut Dewi, rehabilitasi tanaman tua atau yang kualitasnya rendah dan teknik mengebunkan durian merupakan kegiatan yang perlu dilakukan selanjutnya, di samping mengenalkan teknologi pengolahan durian.(rilis: timdos) Editor : Adrian Tuswandi, SH
