Padang, – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meminta seluruh pihak tidak mengganggu pelaksanaan rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Gunung Nago dan Koto Tuo setelah sempat muncul aktivitas pengambilan batu di lokasi proyek.
Ia menegaskan proyek pengendalian banjir senilai lebih dari Rp100 miliar itu harus berjalan sesuai rencana demi kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikan Zigo saat melakukan Peninjauan Rehabilitasi D.I. Gunung Nago dan Koto Tuo dalam rangka Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 di Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, anggota DPRD Kota Padang Fraksi Golkar, serta masyarakat Limau Manis.
Sebelum meninjau kawasan Gunung Nago, Zigo bersama rombongan lebih dahulu mengunjungi Jembatan Kalawi di Limau Manis.
Ia memastikan pembangunan jembatan baru tersebut telah masuk dalam DIPA Tahun Anggaran 2027."Kami mengecek langsung kebutuhan penambahan lahan. Alhamdulillah, masyarakat secara sukarela bersedia menghibahkan tanahnya sehingga proses pembangunan Jembatan Kalawi bisa berjalan lebih lancar," ujarnya.
Usai dari Jembatan Kalawi, Zigo meninjau lokasi rehabilitasi D.I. Gunung Nago dan Koto Tuo.
Menurutnya, proyek pengendalian banjir di kawasan Gunung Nago dan Batang Kuranji akan segera memasuki tahap tender.
"Proses tender akan dimulai pada Agustus ini. Karena nilai anggarannya di atas Rp100 miliar, prosesnya ditangani di tingkat kementerian, bukan di balai. Kami akan terus mendorong agar prosesnya cepat, paling lama sekitar dua bulan, sehingga pekerjaan fisik bisa segera dimulai," katanya.
Editor : Editor
