Kereeenn Nih, Dewa Budjana, Trie Utami dan Purwa Tjaraka Pentaskan Alat Musik Masa Lalu

Musisi nasional ramaikan pucak Festival Pamalayu 6 Januari 2020. (foto: dok)
Musisi nasional ramaikan pucak Festival Pamalayu 6 Januari 2020. (foto: dok)

Menurutnya, saat ini sekitar 80 alat musik yang sudah ada punya dengan seluruh item bisa 180. "Kita ingin menunjukkan interprestasi dari temuan kita di relief Candi Borobudur," katanya.Interprestasi tersebut, menurutnya, berdasar riset. "Interprestasi dari yang tergambar tanpa referensi bunyi apapun. Sehingga kita boleh berdebat soal (bunyi) ini," katanya.

Pembatas riset yang dilakukan tergantung kepada gambar di relief. "Yang tergambar itu hanya dawai, tiup, pukul, perkusi, gesek cuma satu. Jadi kita bikin komposisi, yang bisa didengarkan orang dengan baik, bisa dipertunjukan dilihat orang dan menarik. Sementara itu yang bisa dilakukan," ujarnya.Menurut Purwa, pada tahapnya nanti, bisa saja alat musik yang ditemukan di relief tersebut dibuat komposisi dengan back up alat musik saat ini, seperti orkestra di Tiongkok.

"Bisa saja kita lakukan itu nanti. Tapi untuk awal kita ingin memperlihatkan ini lho interprestasi awalnya. Konsep kita singkat dan padat, sederhana. Kita ingin memperkenalkan kepada banyak orang, ini peradaban abad ke-7 yang digambarkan di relief itu yang coba kita bunyikan," tuturnya.Menurutnya, band akan membawakan sejumlah lagu daerah maupun Indonesia."Kita ingin menunjukan bahwa alat musik ini bisa dimainkan dengan lagu macam-macam."

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang hadir dalam jumpa pers tersebut mengucapkan terima kasih atas kesediaan Sound of Borobudur bermain pertama kali di Candi Padang Roco, Dharmasraya.Menurutnya, penggalian peradaban masa lalu seperti yang dilakukan Sound of Borobudur, akan memperkaya aset bangsa hari ini. "Semakin digali, semakin menjadi aset bagi kita," katanya. (hms-dms)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner - Gor
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini