Kekurangan kelas semakin diperuncing dengan tambahan 10 kelas untuk kelas 1 (kelas X) yang diterima pada tahun pelajaran 2017 ini."Sedangkan dalam ketentuan, kapasitas sekolah hanya boleh 36 kelas dari kelas 1 sampai kelas 3," ujarnya.
Untuk mengatasi kelebihan kelas belajar, selama ini pihak sekolah mensiasatinya dengan belajar dua shif, pagi dan sore. Tetapi akibat peraturan baru hanya membolehkan sekolah satu shif, SMA Ngeri 1 harus mencari tambahan ruang belajar minimal untuk.mengatasi 10 kelas yang berada di kelas 1."Mengatasi 10 lokal inilah kita dapat pinjaman gedung dari Pak Nofi Candra." jelasnya.
Nurmaini melaporkan hasil kesepakatan dengan orang tua murid untuk memungut uang iuran sekolah sebesar Rp 125.000/bulan, akhirnya dipending dulu.“Karena belum ada Pergub memungut iuran. Kita menjadi bersyukur Pak Nofi Candra menyerahkan gedung secara gratis. Ini bantuan luar biasa untuk pendidikan anak-anak kita, sementara kita belum boleh menarik iuran sampai adanya keluar Pergub,"ujar Nurmaini dengan mata berkaca-kaca.
Anggota DPD-RI Nofi Candra yang hadir bersama ketua dan Sekretaris YPNC Andri Maran dan Yavis Tamsin, mengaku menahan obsesinya mengembangkan sekolah tinggi untuk kepentingan pendidikan di SMA Negeri 1 Solok."Meski sejak awal, saya telah mempersiapkan kerangka pendidikan sekolah tinggi dan direncanakan aktif pada tahun 2017, namun karena ada permintaan dari pihak sekolah memakai gedung, ia bersama yayasan lebih mendahulukan kelanjutan pendidikan SMA ini,"ujar Nofi.Nofi Candra mengaku, dia bukan seorang tenaga pendidikan, tidak pula seorang yang mampu menularkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.Tetapi dalam dirinya terus berusaha agar bisa bermanfaat untuk orang lain."Bagaimana cara bermanfaat itu, ya dengan meminjamkan gedung ini, mudah-mudah ada manfaat yang bisa diperoleh sebagai pahala bagi kita,”ujarnya. (relis)
Editor : Adrian Tuswandi, SH