Limapuluh Kota,---22 Oktober setiap tahun bagi Santri merupakan hari kebahagian, karena pada tanggal itu negara menetapkan sebagai Hari Santri Nasional.Kebahgaian Hari Santri tak hanya buat bahagia santri di seluruh Pesantren di Indonesia. Tapi para alumni pesantren ikut larut dalam kebahagiaan di Hari Santri Nasional tersebut.
Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Sumatera Barat digelar dengan beragam kegiatan yang diusung di masing daerah. Peringatan hari santri di wilayah Ranah Minang ini sudah dimulai sejak beberapa hari sebelum hari-H yang jatuh pada 22 Oktober tersebut. Termasuk di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota.Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Limapuluh Kota melakukan puncak kegiatan pada 21 Oktober. Kegiatan yang diawali dengan upacara yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Limapuluh Kota Naharudin dan diikuti pejabat Kemenag setempat serta pimpinan pondok pesantren dan kepala madrasah.
Fokus puncak kegiatan Hari Santri di Limapuluh Kota yaitu membumikan gerakan literasi di lingkungan pesantren dan Kemenag” di Luhak Nan Bungsu tersebut.Belasan buku pun tercipta dan diterbitkan berkat momen itu. Mulai dari (antologi) atau hasil dari perlombaan puisi tingkat santri, menulis artikel tingkat ustaz/utazah di seluruh pondok pesantren serta tenaga PPL atau penyuluh agama Islam, penulisan biografi pendiri pondok pesantren, hingga pernerbitan buku galeri atau profil pesantren yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, termasuk dua ponpes yang baru saja mendapat izin operasional dari Kementerian Agama pada September 2020 ini.
Wisuda tahfiz, mulai dari satu hingga 30 juz yang diikuti secara virtual di sejumlah pondok pesantren turut mewarnai kegiatan saat itu. Zikir dan salawat bersama semakin membikin suasana menjadi haru pada siang yang cerah tersebut.Dari banyak kegiatan lainnya yang diusung Kemenag Limapuluh Kota, semakin merasuk ketika di Hari Santri Nasional pun diresmikan dua pesantren baru, yakni, Ponpes An Nahl dan Ponpes Daruz Zikri Manggilang.
Peresmian dua pesantren ini ditandai dengan penandatanganan masing-masing prasasti oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat. Dalam hal ini diwakili melalui Kabid Pakis, Rinalvi.Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, khususnya di Nagari (desa) Manggilang. Daerah penghasil gambir di kawasan pinggir Limapuluh Kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau.
Pada saat peringatan hari santri tersebut, ada sekelompok orang-orang muda yang turut hadir dan ikut pula dalam prosesi ini. Mereka lah para tokoh-tokoh muda pendiri dan pengurus pondok pesantren Daruz Zikri Manggilang. Pesantren yang baru saja berdiri dan mendapat restu dari Kementerian Agama, berupa izin operasional.[caption id="attachment_27529" align="alignnone" width="1280"]
Pesantren Dazma didirikan tiga tokoh muda Manggilang, Saat Puncak Hari Santri Nasional di Limapuluh Kota diresmikan, Rabu 21/10. (foto: dok)[/caption]Dari Tangan Tokoh Muda Sebelumnya, Kepala Kemenag Limapuluh Kota mengapresiasi pondok pesantren yang sudah menjadi keinginan masyarakat Manggilang sejak lama ini.
"Biasanya orang-orang tua yang memotivasi dan mengajak anak muda. Ini malah kebalikannya. Anak-anak muda yang mendorong kemajuan agama di sini (Manggilang),” tutur Kepala Kemenag Naharudin ketika penyerahan piagam izin operasional Dazma di Tanjung Pati 4 September lalu.Pondok pesantren dibangun di Ujuang Koto, Seberang Pasar Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru tersebut, kini sudah mulai beroperasi. Sejumlah santri untuk tingkat pertama telah mulai belajar dan mondok di pesantren yang berjarak lebih kurang 1,6 kilometer dari kantor wali nagari yang berada di pinggir jalan lintas Sumbar-Riau.
Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang adalah keinginan masyarakat yang sudah sejak lama dan baru saat ini terkabulkan.Berdiri pada 11 desember 2018, di mana pada tahun-tahun sebelumnya berawal dari perjalanan rumah tahfiz, yang kini juga sudah berkembang di beberapa nagari tetangga di Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang (Dazma) berdiri lewat tangan tiga tokoh utama, yaitu ustaz Bakri, Herman Yunus, dan Muhammad Zikri.Pondok Pesantren Dazma menganut sistem salafiyah. Mengaji kitab dan belajar dengan cara tradisonal yang disesuaikan dengan zaman kekinian.
Editor : Adrian Tuswandi, SH