Menurut Kasi Pontren Kemenag Limapuluh Kota Ifkar sistem salafiyah yang dianut Daruz Zikri Manggilang ini adalah yang pertama di Kabupaten Limapuluh Kota. Karena 12 pesantren lainnya yang lebih dulu ada di Luhak Nan Bungsu memakai sistem Khalafiyah. Di samping juga sistem Modern. Meskipun pada dasarnya para buya dan guru-guru kita pada dahulu kala membuat pesantren-pesantren itu dengan cara Salafiyah tersebut. Atau lebih banyak ke arah mengaji kitab.Pun demikian, Dazma tentu tidak mau ketinggalan dari sisi teknologi. Walaupun memakai “sistem klasik” Dazma menyesuaikan dengan perkembangan kekinian dan penguatan di bidang IT. Bahkan, saat ini Dazma juga sudah menyiapkan Aplikasi (Android) bakal dilhaunching pada Desember ini.
Aplikasi yang selama ini belum pernah tercipta di pesantren yang ada di Limapuluh Kota. Atau malah sebagian besar pesantren di Indonesia. Yaitu, aplikasi yang memuat beberapa pilihan yang dapat membantu masyarakat, seperti alquran ofline, asmaul husna, jadwal salat, tv online, browser, arah kiblat, peta lokasi, dan lainnya. Aplikasi ini sengaja belum di sebar-luaskan, karena saat ini masih dalam tahap penyempurnaan.Segi Tiga Sama Sisi
Jika ditilik lebih jauh lagi, Ponpes Dazma memiliki lambang segi tiga sama sisi. Sesuai dengan konsep yang ditawarkan, yaitu "zikir, fikir dan amal". Atau dengan moto "zikir, fikir dan amal menjadi kunci cerdas hidup dunia dan akhirat".Pondok Pesantren Dazma berdiri dan terus maju berkat tangan cekatan para pengurus yang diisi sebagian besar oleh para cendikia muda Manggilang.
Hal yang patut menjadi catatan dan apresiasi tersendiri buat mereka. Bukan berarti meninggalkan para tokoh dan senior lainnya. Melainkan, keberadaan Dazma justru karena kebersamaan para elemen di Nagari Manggilang. Bagaikan "saciok bak ayam, sadanciang bak basi".Hanya saja, kepengurusan Dazma memberi ruang terhadap kalangan muda untuk berkarya di nagari penghasil buah durian terlezat di Limapuluj Kota ini, Manggilang.
Saat ini, Ponpes Dazma dipimpin oleh Buya Muhammad Zikri. Dazma berdiri di lahan stimulan seluas 8.000 meter persegi yang merupakan hibah dari ahli waris Buya Masri Ongku Mudo Ja'tan, yang merupakan ayah dari Buya Zikri sendiri.Masyarakat dan pengurus berharap, ke depan lahan dan pesantren ini terus berkembang dengan baik. Sehingga bisa leluasa beraktifitas lebih nyaman dalam menumbuhkan generasi cerdas dan berakhlak islami. Generasi yang mengedapankan zikir, fikir dan amal dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan konsep yang dicita-citakan dari awal.Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang berada dalam naungan Yayasan Daruz Zikri Manggilang. Yayasan yang disahkan oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) Republik Indonesia, lewat SK NO: AHU-0011090.AH.01.04.TAHUN 2019. Yayasan yang dikepalai oleh Buya Herman Yunus.Berkat kegigihan bersama dalam mengurus Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang, saat ini sudah mengantongi Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dengan Nomor: 512313070013.
Seiring dengan NSPP tersebut, Pondok Pesantren Daruz Zikri Manggilang juga sudah mendapat izin operasional dari kementerian agama republik indonesia, yang ditanda-tangani dan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota, Naharudin pada September 2020.(rilis: hms-dazma)
Editor : Adrian Tuswandi, SH