Bupati Hamsuardi Dampingi BNPB Pusat Tinjau Bencana Di Pasbar 

oleh -404 views
oleh
404 views

Pasaman Barat – Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi bersama stakeholder terkait, Selasa (26/3) mendampingi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meninjau sekaligus memverifikasi usulan bantuan dana siap pakai untuk bencana alam di Pasbar. Usulan yang diverifikasi tersebut adalah penanganan banjir di Batang Saman Kecamatan Pasaman, penanganan jalan amblas Ujung Gading-Situak dan pembangunan shelter atau rumah panggung tempat evakuasi banjir di Koto Sawah, Koto Balingka.

Bupati Hamsuardi saat ditemui dipinggir sungai Batang Saman bersama tim BNPB Pusat, SDA BK Provinsi, PUPR, BPBD, Basarnas, dan stakeholder terkait menyebutkan bahwa peninjauan hari itu merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang disampaikan Pemda Pasbar pada BNPB terkait harapan masyarakat untuk memperbaiki pinggir Sungai Batang Saman. Selain itu, usulan lainnya seperti kerusakan jalan Ujung Gading-Situak dan rencana pembangunan Shelter Koto Sawah.

“Dari kemaren beliau sudah di sini, kita juga sudah rapat dan hari ini kita lihat secara bersama apa yang terjadi di sungai Batang Saman ini. Semoga kedatangan beliau dapat disampaikan kepada pimpinan di Jakarta sehingga keinginan masyarakat bisa direalisasikan. Setelah ini kita akan mengajak rombongan BNPB melihat jalan amblas di Situak Ujung Gading serta rencana pembuatan shelter di Koto Sawah sebagai salah satu alternatif penanganan bencana ketika banjir melanda,” ungkap Bupati Hamsuardi.

Di samping itu, Perwakilan BNPB Pusat Awang menyebutkan beberapa titik atau usulan bantuan dana telah ditinjau dan akan segera ditindaklanjuti. Meski belum tahu kapan pelaksanaannya, namun sesuai proses dan tahapan yang ada berupa hasil kegiatan pada hari itu akan dilaporkan kepada pimpinan BNPB.

“Kegiatan kita hari ini adalah upaya menindaklanjuti proposal yang diajukan Pemda Pasbar tentang transisi darat ke pemulihan untuk beberapa titik pertama di sini di Sungai Batang Saman, kedua di Ujung Gading dan ketiga di Koto Balingka. Kita belum tau kapan pelaksanaannya, semua kita serahkan dulu ke pimpinan BNPB yang menentukan. Kita di sini menggambarkan apa yang terjadi di lapangan. Semoga sesuai harapan, semua dapat direalisasikan secepatnya,” jelasnya.

Bina Teknik dan Jasa Kontruksi PUPR Nasril menjelaskan aliran Sungai Batang Saman sudah mengancam permukiman masyarakat dan insfrastruktur publik lainnya, seperti jembatan, jalan, masjid, pasar dan lain-lain. Untuk itu, penanganan banjir Batang Saman dengan jumlah usulan senilai Rp 6 Milyar. Sementara penanganan Jalan Ujung Gading-Situak yang amblas akibat pengikisan sungai Batang Bayang di Lubuak Gontiang, Ujung Gading, penanganan ini diusulkan dengan anggaran senilai 1,69 Milyar berupa perkuatan tebing sungai dan perbaikan badan jalan.

“Pembangunan shelter atau rumah panggung sebagai tempat evakuasi banjir di Koto Sawah, Koto Balingka, dimana bangunan ini akan difungsikan untuk sarana sekolah TK dan sebagai tempat evakuasi dan dapur umum ketika terjadi banjir. Bangunan ini diusulkan dengan dana sebesar 650 juta rupiah,” tambah Nasril. (Jon Har)