FJKIP Siapkan Workshop Keterbukaan Informasi Publik Bersertifikasi pada 2021

oleh -304 views
oleh
304 views
Suasana rapat FJKIP percepat giat keterbukaan informasi publik di Kantor KI Sumbar, Sabtu 23/1 (foto: dok/grp)

Padang,—Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Sumbar 2021 ini bertekad total mendukung konkrit keterbukaan informasi di Sumbar.

Pada rapat Sabtu 23/1 di Kantor Komisi Informasi  Sumbar diletupkan ide kegiatan workshop keterbukaan informasi untuk pemerintahan nagari atau desa, di Sumatera Barat dan SMA/SMK se Sumbar.

Menurut Ketua Panitia Workshop Isa Kurniawan, FJKIP akan mengadakan beberapa angkatan, dengan jumlah peserta sekitar 100 orang di setiap angkatan,.

“Tujuan konkrit menciptakan tenaga keterbukaan atau tenaga tekhnis sampai kepemerintahan terendah, sehingga publik dapat mengetahui kerja pemerintahan nagari, termasuk pengelolaan website berbasis keterbukaan dan menulis berita untuk website nagari atau badan publik,” ujar Isa Kurniawan.

Rapat persiapan selain dipimpin Isa, dihadiri Wakil Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi dan Sekrearis FJKIP Pajok Zondra Volta dan  Bendahara FJKIP Almudazir.

“Workshop juga memberikan sertifikat kepada peserta dan saat workshop ada.pelatihan cepat baik mengelola website, menyiapkan SOP.Keterbukaan Informasi Publik juga menulis berita di online,” ujar Isa.

.Owner forumsumbar.com ini menegaskan, dalam era digitalisasi, semua pengelola keuangan negara harus mampu mengelola laporan melalui jaringan internet, selain itu juga bisa mengelola berita dari kalangan pemerintahan terendah tersebut.

“Kita ingin dalam workshop ini semua pengelola website mampu menjabarkan semua aplikasi yang diembankan pada mereka, sehingga transparansi tercipta dengan baik,” ujar Isa Kurniawan.

Hal senada disampaikan Wakil ketua KI Sumbar, Adrian Tuswandi, di mana semua pihak termasuk pemerintahan nagari, memahami bagaimana keterbukaan secara digital bisa dilaksanakan dan diakses dengan baik.

“Kita berharap, kabupaten dan kota se-Sumbar bisa membantu rencana kegiatan ini, karena amat bermanfaat untuk kepentingan bersama, dalam menciptakan transparansi publik,”ujar Adrian Tuswandi yang kerap dipanggil Toaik.

Selain Toaik dan Isa, tampak anggota FJKIP lainnya juga memberikan berbagai masukan, sehingga rencana ini dapat berjalan dengan baik, sekaligus bersinergi dengan Komisi Informasi dalam melakukan berbagai penilaian keterbukaan pada berbagai instansi sampai ke nagari dan desa.

“Kita harus memulai ini dengan baik dan serius, sehingga workshop tersebut memang terasa manfaatnya bagi para peserta, juga pada lembaga,”ujar Almudazir.

Rapat perdana rencana workshop berlangsung rileks dan saling mengisi serta mengoreksi rancangan kegitan, gunanya untuk sukses acara tersebut.

Workshop keterbukaan tersebut rencananya akan diadakan Maret 2021 mendatang, dengan melibatkan berbagai Nagari dan desa se-Sumatera Barat.(rilis: fjkip-sb/ms)