Ketua DPR RI Berduka Tragedi Meledaknya Pabrik Petasan

oleh -604 views
oleh
604 views
Ketua DPR RI Setya Novanto ucapkan duka atas korban tragedi pabrik petasan meledak di Tanggerang, Jumat 27/10. (foto: setkab.go.id)
Ketua DPR RI Setya Novanto ucapkan duka atas korban tragedi pabrik petasan meledak di Tanggerang, Jumat 27/10. (foto: setkab.go.id)

Jakarta,—Ledakan di gudang pengepakan kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di daerah Kosambi, Tangerang, pada Kamis (26/10) menyebabkan 47 orang meninggal dunia, dan puluhan lainnya luka-luka.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan trauma bagi para pekerja dan masyarakat sekitar. Terkait tragedi itu, Ketua DPR RI Setya Novanto mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban meninggal dunia pada tragedi tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan lembaga  turut berduka cita atas kejadian ini. Doa saya menyertai para korban. Bagi yang meninggal dunia, Insya Allah diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Novanto dikutip dari setkab.go.id. Jumat 27/10.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat aparat kepolisian yang telah berusaha keras menyelamatkan para korban.

“Bahkan saya dengar anggota Brimob sampai menjebol tembok untuk memberikan akses kepada para korban agar bisa menyelamatkan diri. Kerja keras aparat telah meminimalisir jatuhnya lebih banyak korban lagi,”ujar Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Selain itu, Novanto meminta aparat kepolisian menindaklanjuti penyebab terjadinya ledakan tersebut. Novanto ingin ada kejelasan, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi kejadian serupa.

“Kita jangan main-main dengan keselamatan kerja. Apalagi ini gudang kembang api. Perlu dicari tahu, apakah prosedur keselamatan sudah dilakukan atau belum,” ujar Novanto.

DPR RI tidak akan tinggal diam dalam menyikapi masalah ini, lanjutnya. “Komisi IX DPR sebagai mitra kerja Kementerian Ketenagakerjaan akan membahasnya dalam Rapat Dengar Pendapat. Kita juga ingin memastikan para pekerja disana, terutama keluarga yang menjadi korban meninggal dan luka-luka, terpenuhi haknya,”ujar Setya Novanto.

Novanto menyatakan bahwa kejadian ledakan itu harus dijadikan peringatan bagi seluruh perusahaan agar tak main-main dalam menerapkan standar prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3). (setkap.go.id/muhammad ansor)