Mantap Rp 45 Miliat Dana Desa Dikucurkan untuk Mentawai

oleh
Afridel TAPED P3MD Kepulauan Mentawai optimis BUMDes di Mentawai bisa andil garap usaja produk unggulan lokal, Senin 16/4 di Tuapejat. (foto: dok)

Tuapejat,—Kucuran dana desa untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2018 meningkat setiap tahun, pada 2018 dana desanya total Rp 45 Miliar.

“Meningkat dibandingkan 2017 yang hanya Rp 41 miliar, dana desa sebeaar Rp 45 miliar itu disebar ke 43 Desa di Mentawai,”ujar Doni Kasnedi, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TAPSD) P3MD Kepulauan Mentawai, Senin 16/4 di kantor P3MD KM 1,5 Tuapejat.

Menurut Doni, dari empat prioritas Kemendesa yakni Embung, Sarana  Olahraha, dan BUMDes serta Produk Unggulan dan Kawasan Desa .

“Untuk di Mentawai, kita lebih memprioritaskan untuk BUMDes dan Embung, walau transportasi antar pulau masih mengendala”ujar Doni.

Selain itu untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, berdasarkan kordinasi untuk infrastruktur masih termasuk primadona didanai dana desa.

“Perencanaan jalan dan jembatan bagian dari program prioritas Kemendesa untuk Infrastruktur masih primadona,”ujar Doni.

Terkait BUMDes pihak P3MD Kepulauan Mentawai saat ini telah melahirkan 23 BUMdes dari 43 desa tersebut.

“Kami mengarahkan termasuk menyiapkan Peraturan Desa dan ada yang mengaktekan ke notaris,”ujar Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomin Desa¬† (TAPED) Afridel.

Dan BUMdes yang berjalan saat ini masih koor usahanya ke kebutuhan harian dan transportasi.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan pemberdayaan untuk produk unggulan lokal Mentawai, supaya BUMDes di Mentawai ini produknya bisa menasional bahkan menembus pasar internasional,”ujar Afridel.

Potensi Mentawai menurut Afridel untuk potensi lokal sangat besar seperti Cengkeh dan Pala dan Ikan.

“Kita masih melakukan perencanaan terkait BUMDesa mengambil andil terkait produk lokal unggulan,”ujar Afridel.

Doni mengakui keberpihakan kebijakam Kemendesa terkait dana desa ternyata langsung dirasakan masyarakat desa di Mentawai.

“Sejak adanya dana desa geliat membangun desa di sini sangat luar biasa disambut antusias oleh masyarakat dan perangkat desa, dan realisasi dana itu pun terukur serta diawasi langsung masyarakat desa,”ujar Doni.

Bahkan adanya P3MD dan Pendamping Desa menjadi bagian penting dalam perencanaan dan merealisasikan dana desa tepat sasaran.

“Fungsi P3MD dan Pendamping Desa mengarahkan sekaligus membangun sistem perencanaan penggunaan dana desa,”ujarnya.(rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *