Flash-back to the History of tambang emas di Solok Selatan (kampung kami) "nenek-moyang" kami telah melakukan penambangan emas sebelum kami dan Anda lahir. Dimulai dari beberapa generasi yakni pertama Generasi Mendulang Emas; mengekplotasi di permukaan bumi dipinggir sungai, sudah berjalan puluhan tahun. Saat itu belum ada budaya waspada "lihat kiri-kanan", karena tak perlu perizinan.
Generasi selanjutnya adalah generasi "dompeng", menggali pinggiran sungai 5 - 10 meter dalamnya dan didulang memakai alat pompa air yang dikenal "generasi dompeng". Generasi ini masih ada sampai sekarang walau tak banyak jumlahnya, harus lihat kiri-kanan, karena suara mesin “dompeng” sangat keras bunyinya, waspada budaya lihat kiri-kanan masih berlanjut.
Sesuai dengan kemajuan zaman, karena emas di permukaan berkurang, maka perlu teknologi alat berat excavator yang mampu membongkar eksploitasi permukaan perut bumi sampai kedalamanan tertentu untuk mendapatkan emas.
Teknologi tambang rakyat sudah mengikuti perkembangan zaman. Cepat, Tepat dan lebih banyak hasil, namun budaya lihat kiri-kanan tak mampu dielakan dan bahkan semakin mencemaskan.
Penambangan dari satu generasi ke generasi berikutnya masih dilakukan oleh rakyat, walau budaya lihat kiri-kanan, semakin mencekam.
Presiden Prabowo, dalam pidatonya sangat sering menyebutkan "kepentingan rakyat", rakyat dan rakyat. Oleh sebab itu, sudah sepantasnyalah tambang emas di Sumatera Barat untuk eksploitasi oleh rakyat, diberi izin kepada rakyat, sehingga budaya lihat kiri-kanan “enyah dari Sumatera Barat.Sumatera Barat akan hebat apabila ratusan lokasi tambang yang ada di Sumatera Barat dieksploitasi oleh ratusan rakyat.
Bukan saja tambang emas, termasuk juga tambang lainnya yang mudah dilkakukan. Budaya waspada lihat kiri-kanan sebaiknya dihapus, agar mengurangi rakyat “jantungan”.
100 pengusaha tambang rakyat yang sudah tidak ada lagi lihat kiri kanan, lebih baik dari pada 1 pengusaha besar. Penguasa seharusnya membantu kekhawatiran rakyat atas budaya “lihat kiri-kanan dalam berusaha. (***)