Dalam perspektif kebijakan publik berbasis komunitas, program ini menunjukkan keberanian untuk menggali kearifan lokal dan menjadikannya bagian dari solusi sosial kontemporer.
Alih-alih memiskinkan makna adat, ia justru memperluas relevansinya dalam konteks urban yang terus berubah.
Gimmick atau Kebijakan? Lihat dari Dampaknya
Menilai kebijakan publik tidak cukup dari skema idealnya, tetapi juga dari keberanian politik, daya jangkau, dan efek simboliknya. Dalam tiga program ini, Fadly Amran menunjukkan bahwa kebijakan tidak harus menunggu semua sistem ideal bekerja sempurna.
Ia memilih untuk memulai, berinovasi, dan memberi pesan kuat bahwa pemerintah hadir bukan sekadar dalam angka, tetapi dalam harapan.
Jika program ini kemudian dikritik karena belum berbasis data yang matang atau belum dievaluasi penuh, justru di situlah tantangan kita sebagai akademisi dan masyarakat sipil. Bukan untuk menolak, tapi mengawal, memperbaiki, dan memastikan dampaknya berkelanjutan.Sebab kadang, perubahan besar dimulai dari satu langkah yang tampak kecil dan ya, kadang dianggap sebagai gimmick sebelum akhirnya menjadi gerakan. (***)