Menjaga Marwah KONI Sumbar dengan Kepemimpinan yang Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah

Foto Hamdanus

Setiap tantangan yang datang seharusnya memicu kita untuk bertindak lebih bijak dan lebih dalam.

Seperti seorang pengibar bendera yang mendapati kain merah-putihnya terlilit angin. Ia tidak menyalahkan angin, tidak pula menyalahkan tali.

Baca juga: Pasar Ghoib

Ia cukup memutar tubuhnya, mencari arah yang tepat, dan membiarkan bendera itu kembali berkibar dengan gagah.

Kita juga bisa belajar dari Rasulullah SAW dalam menyelesaikan konflik besar antar-kabilah Quraisy saat peletakan kembali Hajar Aswad. Ketika para kepala suku berselisih tentang siapa yang paling layak meletakkannya, Rasulullah yang bijak meminta sebuah kain dibentangkan, batu itu diletakkan di atasnya, dan semua kepala suku mengangkat bersama-sama. Tidak ada yang direndahkan, tak ada yang merasa dikalahkan. Semua merasa terlibat, semua merasa dihormati.

KONI Sumbar adalah rumah besar olahraga. Ia tak boleh diwarnai oleh ego sektoral atau kepentingan pribadi.

Kita semua ada di sini untuk satu tujuan: memuliakan olahraga Sumatera Barat, mengangkat martabat para atlet dan pelatih, serta menggerakkan roda pembinaan yang sehat dan berkelanjutan.

Saya tidak mempersoalkan dinamika yang telah terjadi. Saya justru menjadikannya sebagai pemicu untuk menata ulang langkah, memperkuat kembali komunikasi lintas sektor, dan mengajak semua pihak untuk kembali berpikir jernih, bertindak tenang, dan menjaga marwah kelembagaan ini.

Karena pada akhirnya, yang menghalangi bukanlah musuh, tapi pelajaran. Dan setiap rintangan, jika kita hadapi dengan bijak, akan menjadi bagian dari jalan menuju keberhasilan. (***)

Banner Komintau - Menteri
Bagikan

Opini lainnya
Terkini