Perusahaan Bang Ridwan Tulus bekerjasama dengan komunitas lokal, beraktivitas sejak tahun 2011 merehabilitasi mangrove dan terumbu karang. Rata-rata ada dua rombongan tamu/paket wisata edukasi konservasi yang dibawa Bang Ridwan dan tim ke Pariaman tiap tahun.
Di Pariaman para tamu yang notabene murid-murid sekolah international dikenalkan kegiatan konservasi perairan dan pesisir (mangrove dan terumbu karang). Tak hanya dikenalkan, mereka juga ikut berdonasi, ikut jadi relawan sehari, merasakan dan menikmati bagaimana aktivitas konservasi dilaksanakan.
Dari paket wisata edukasi konservasi perairan dan pesisir ini, sudah tak terhitung lagi banyaknya jumlah batang mangrove yang didonasikan dan ditanam tamu. Sudah tak terbilang lagi, entah sudah berapa banyak meja-meja tranplantasi terumbu karang yang ditanamkan di dasar perairan pulau-pulau Pariaman.
Bibit-bibit mangrove donasi dan ditanam langsung oleh para tamu wisata Bang Ridwan Tulus itu, kini menjelma jadi kawasan mangrove nan hijau rindang. Meja-meja tranplantasi terumbu karang donasi dari tamu wisata Bang Ridwan Tulus yang 'kami' bantu tanamkan di dasar perairan Pariaman, hidup bagus.
Kawasan mangrove Apar yang sepuluh tahun lalu 'kami' temui rusak parah, dengan adanya kolaborasi konservasi dan pariwisata, kini kondisinya membaik. Bahkan, kini kawasan mangrove Apar telah menjelma menjadi destinasi taman wisata alam unggulan Kota Pariaman yang dilengkapi jembatan jelajah mangrove. Destinasi wisata alam Kawasan Mangrove Apar (Apar Mangrove Park) kini dikelola oleh desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Apar Mandiri.
Dampak positif dari hadirnya destinasi wisata alam Kawasan Mangrove Apar (Apar Mangrove Park), kini telah dinikmati oleh masyarakat. Sebagai destinasi wisata yang menyuguhkan keelokkan alam, Kawasan Mangrove Apar, kini ramai dikunjungi pelancong dengan sistem bayar restribusi.
Kini, kawasan tersebut tak terbatas dikunjungi oleh tamu wisatawan paket wisata minat khusus (wisata edukasi konservasi), tapi telah terbuka untuk umum. Inilah contoh 'jejak' positif yang ditinggalkan perusahaan perjalanan wisata Sumatra and Beyond milik Bang Ridwan Tulus untuk masyarakat Apar.Karena alasan tamunya tak sekedar datang/melihat, lalu pergi, tanpa meninggalkan 'jejak' itulah, 'kami' komunitas lokal bisa klop dengan Bang Ridwan Tulus. Karena alasan ada 'jejak' positif yang akan ditinggalkan, itu pula jadi penguat kenapa 'kami' komunitas konservasi lokal mau bekerjasama.
Terimakasih Bang Ridwan Tulus dan tim,
terimakasih Sumatra and Beyond,
