Pendekatan dialogis juga dilakukan Fadly Amran saat memindahkan para pedagang yang berjualan malam hari di Jati, Jalan Perintis Kemerdekaan. Tepatnya depan kampus Unand dan kantor KPKNL Padang. Para pedagang menggunakan trotoar dan badan jalan. Belum lagi parkiran sepeda motor dan mobil. Alhasil di sana kerap macet, sumpek. Pemakai jalan tidak nyaman. Warga yang bermukim di sana juga tidak tentram. Kadang bak pasar malam. Adakalanya lantunan musik berpacu pula.
Banyak yang berpendapat, puluhan pedagang itu sulit dipindahkan. Akan mendapat perlawanan jika lokasi mereka tempati kini dikosongkan. Fadly Amran mendatangi pedagang. Pendekatan dialogis ditempuh. Komunikasi dua arah terjadi. Akhirnya pedagang setuju. Mereka pindah ke Jalan Suliki sebelah kampus Unand masuk ke dalam menuju gedung SMK 5 Padang. Dan dijadikan Pasar Kuliner.
Keberadaan Pasar Kuliner Jati ini dalam rangka menciptakan ruang usaha yang lebih tertib dan representatif bagi pedagang kaki lima (PKL). "Dengan fasilitas yang lebih baik, kebersihan yang terjaga, dan tata letak yang rapi, para PKL bisa berdagang dengan lebih nyaman, dan tentunya ini akan menarik lebih banyak pengunjung," kata Fadly Amran saat meresmikan Pasar Kuliner Jati tersebut, Selasa (15/7/2025).
Fadly juga menyampaikan terima kasih kepada para pedagang yang telah bersedia direlokasi ke Pasar Kuliner Jati ini. Langkah ini merupakan bagian dari penataan kota dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Pihaknya ingin menghadirkan kawasan berjualan yang nyaman, aman, serta tidak mengganggu aktivitas lalu lintas maupun pejalan kaki.
Saat penulis berkunjung ke sana, pedagang senang dengan tempat barunya. Tertata dan lebih rapi. Pembeli pun banyak datang. Omset mereka naik."Terima kasih Pak Wali. Tadinya dikira kami digusur. Nyatanya tidak. Justru sekarang berjualan lebih nyaman dan ramai," ujar seorang pedagang.
Di berbagai kesempatan dan kunjungan, pendekatan dialogis tetap dilakukan Fadly Amran.Dengan menerapkan pendekatan dialogis, Fadly Amran dapat menciptakan pemerintahan yang lebih partisipatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah dan memperkuat stabilitas serta pembangunan daerah.
Dan dalam perjalanan, apa yang dilakukan Fadly Amran membuahkan hasil. Memang belum semuanya. Hari masih pagi. Jalan masih panjang. Tapi setidaknya keberhasilan yang sudah dicapai itu, lewat pendekatan dialogis, memberikan gambaran, anak muda sarat pengalaman ini optimis membawa daerah dan warga Kota Padang ke arah lebih baik. Menuju kejayaan Kota Padang. Semoga. (***)
