Waduhh Menderita Banget, Warga Indrapura: Bantu Kami Pak Menteri PU

oleh -202 views
Musim hujan sungai meluap, tanaman masyarakat terendam, warga Indrapura Pessel pasrah, tolonglah kami pak menteri, Kamis 6/1 (foto: ayh)

Painan,—Sudah lebih lima tahun, derita rutin dirasakan masyarakat Nagari Indrapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, apa itu?  terendamnya ribuan hektar lahan perkebunan setiap musim hujan. Ini adalah akibat meluapnya Batang Panambam yang membelah nagari itu.

Dalam musim penghujan di awal tahun 2020 ini, kembali Batang Panambam mengganas dengan meluap setinggi rata-rata satu hingga tiga meter setengah dalam lahan perkebunan.

Akibatnya lahan perkebunan berupa sawit, padi sawah, kebun jagung, jeruk dan palawija, semuanya habis terendam. Tidak ada yang bisa dipanen lagi.

“Meluapnya Batang Panambam tahun ini sangat dahsyat, sehingga menghancurkan lahan palawija dan sawah kami. Masyarakat kami menangis akibat banjir ini. Bahkan sudah hampir dua bulan belum juga surut karena hujan masih turun juga,”ujar Ifrizal, Pejabat Wali Nagari Indrapura, yang juga Ketua Koperasi Cipta Mandiri.

Menurut Ifrizal, jumlah lahan kebun yang terendam ini luasnya mencapai 5.000 hektar, seluruhnya milik masyarakat. Sejak kebun terendam, masyarakat lebih banyak pasrah.

Tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga sementara ini masyarakat yang biasanya petani dan berkebun terpaksa mencari kehidupan lain dengan menjadi buruh atau tukang kayu.

Kerugian akibat banjir Batang Panambam ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Angka itu berasal dari hancurnya kebun sawit yang siap panen, terendamnya sawah, dihanyutkannya palawija, kebun jagung dan kebun jeruk. Selain itu masyarakat pemilik kebun sawit tetap wajib membayar hutang kepada perbankan, sementara kebun sawit mereka tidak ada yang bisa dipanen.

“Warga kami sangat menderita karena hancurnya kebun. Tidak ada lagi penghasilan dan banyak masyarakat yang kini terlilit hutang di bank dan hutang di kios pupuk,” kata Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Indrapura Chairul Saleh Rangkayo Rajo Gerang kepada pers di Padang, Rabu (5/2).

Masyarakat melalui Wali Nagari, Ketua KAN dan Camat Pancung Soal sudah mengadukan derita masyarakat ini kepada Bupati Pesisir Selatan. Namun apa daya karena proyek normalisasi sungai bukan kewenangan kabupaten. Akibatnya kejadian ini terus berulang sejak lima tahun lalu, setiap musim hujan selalu meluap karena upaya normalisasi Batang Panambam ini belum lagi masuk dalam proyek pembangunan.

Karena itu, Ketua KAN Indrapura Chairul Saleh Rangkayo Rajo Gerang dan Camat Pancung Soal Drs. Yusri Afnida atas nama seluruh masyarakat Nagari Indrapura dan sekitarnya, sangat memohon kepada Gubernur Sumatera Barat dan Menteri Pekerjaan Umum dapat melakukan Proyek Normalisasi Batang Panambam ini.

“Saya ini pemangku adat Pesisir Selatan, mamak rumah dari sumando kami Menteri PU Bapak Basuki Hadimuljono, tolonglah kami Pak Menteri, tolonglah bangunlah Proyek Normalisasi Batang Panambam ini,” kata Chairul Saleh Rangkayo Rajo Gerang sambil mengusap matanya.

Ketua KAN dan Wali Nagari Indrapura sangat mengharapkan Gubernur Sumbar dapat meneruskan aspirasi masyarakat ini kepada Menteri PU, kalau perlu sampai kepada Presiden Jokowi di Jakarta.

“Kalau diperbolehkan kami menyampaikan derita masyarakat ini kepada Bapak Presiden Jokowi, maka kami pemuka adat dan wali nagari ini siap berangkat ke Istana Presiden,” kata Ifrizal, S.Pt. dengan penuh harap. (ad)