Walikota Padang Dinilai 'Korbankan' Pedagang di Pujasera Demi Prestise.

Maidestal Hari Mahesa, Anggita DPRD Padang jemput aspirasi pedagang di Pujasera Padang, dalam rangka masa reses DPRD Padang 2017, Kamis 23/11. (foto: wanteha)
Maidestal Hari Mahesa, Anggita DPRD Padang jemput aspirasi pedagang di Pujasera Padang, dalam rangka masa reses DPRD Padang 2017, Kamis 23/11. (foto: wanteha)

[caption id="attachment_4582" align="aligncenter" width="1280"] Maidestal Hari Mahesa, Anggita DPRD Padang jemput aspirasi pedagang di Pujasera Padang, dalam rangka masa reses DPRD Padang 2017, Kamis 23/11. (foto: wanteha)[/caption]Padang,---Memasuki masa reses (masa istirahat sidang) kedua 2017, sebanyak 45 anggota DPRD Padang berasal dari sembilan fraksi mengisinya dengan turun ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

H. Maidestal Hari Mahesa, anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PPP yang selalu mengambil reses sebagai kewajibannya menampung aspirasi masyarakat daerah pemilihannya.Seluruh anggota dewan yang mengambil reses kali ini, jumlah ini meningkat dari masa reses sebelumnya pada tahun 2017 ini , yakni sebanyak 26 orang. Reses masa sidang ketiga 2017 ini dilakukan pada 19 sampai 21 November 2017.

Puskesmas Nanggalo, Pujasera dan penyampaian aspirasi pedagang. Dilanjutkan ke Pasar Raya. Banyak anggota dewan reses di berbagai tempat, kondisi Pujasera minim fasilitas. Dianggap seperti orang buangan dan ditumpuk di pujasera dan dibiarkan. Merasa dizolimi oleh Pimpinan Kota Padang, bahkan tabungan yang ada sudah habis.Fasilitas tidak memadai, MCK, tempat ibadah dan tata letak yang tak jelas. Objek mereka sebenarnya di depan LP Muaro Padang. Diharapkan ada tempat berjualan memadai di depan LP Muaro Padang agar bisa menyabung hidup.

"Kami disusun seperti ikan sarden pada kawasan Pujasera ini yang minim fasilitas dan minim pembeli", ujar Awal, salah seorang pedagang, Kamis (23/11).Maidestal menegaskan kebijakan Pujasera seperti itu dinilai korbankan pedagang demi prestise walikota saja.

"Aspirasi itu akan ditindaklanjuti dalam bentuk rekomendasi ke Badan Anggaran sehingga terakomodir dalam APBD TA 2018. Dijadikan pandangan akhir Fraksi PPP pada Rapat Paripurna tentang APBD TA 2018,"ujar Esa.Kebijakan merekolisasi pedagang ke Pujasera ini kata Maidestal adalah terburu-buru.

"Ini akan saya sampaikan pada Walikota Padang dalam forum paripurna. Semoga pimpinan kota memperhatikan aspirasi warganya. Sebagai wakil rakyat sangat memprihatinkan dan sebagian anak-anak warga pedagang belum membayar SPP akibat belum adanya hasil penjualan yang memadai,"ujar anggota DPRD tiga periode ini.Selain itu pada reses kali ini Maidestal menjemput aspirasi pada tiga kelurahan di tampung oleh Puskesmas Nanggalo dan fasilitas masih terbatas.

"22 Posyandu yang dimonitoring tiap bulan oleh petugas Puskesmas. Mereka mengharapkan pemenuhan sarana dan prasarana," ujarnya.Reses DPRD Padang kali ini, dikatakan Kabag Humas DPRD Padang, Ermanto menyebutkan sampai kemarin, (22/11), sebagian besar anggota dewan mengambil reses dari sembilan fraksi.

"Pokoknya seluruh fraksi yang ada di DPRD Kota Padang yang melakukan reses kali ini," ujar Ermanto.Bahkan pada reses kali ini difasilitasi oleh dana APBD. Setiap anggota DPRD, memperoleh dana reses sekitar Rp 13 juta setelah pajak dan dijatah bagi 400 orang konstituen.

"Sedangkan bagi unsur pimpinan sebesar Rp 16 juta setelah potongan pajak dijatah untuk 500 orang konstituen. Di sana tercakup dana untuk makan, minum untuk masyarakat yang meghadiri reses tidak termasuk uang transportasi untuk reses kali ini,"ujarnya.(wanteha)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini