Waduh Produksi Padi Menurun

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang jemput aspirasi pada Reses Dapil di Koto Tangah 24-25 November temui pupuk mahal produksi padi menurun dan infrastruktur jalan lingkung masih minim di Dapilnya. (foto: dok)
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang jemput aspirasi pada Reses Dapil di Koto Tangah 24-25 November temui pupuk mahal produksi padi menurun dan infrastruktur jalan lingkung masih minim di Dapilnya. (foto: dok)

[caption id="attachment_4659" align="aligncenter" width="1280"] Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Padang, Delma Putra jemput aspirasi pada Reses Dapil di Koto Tangah 24-25 November temui pupuk mahal produksi padi menurun dan infrastruktur jalan lingkung masih minim di Dapilnya. (foto: dok)[/caption]Padang,---Anggota DPRD yang juga ketua Fraksi Partai Gerindra Padang Delma Putra melakukan reses dalam rangka menjemput aspirasi rakyat pada daerah pemilihannya 24-25 November kemarin.

Delma Putra melakukan reses model  roadshow, dia berkeliling ke kantong-kantong konstituennya untuk mendengarkan dan menyerap segala permasalahan di daerah pemilihanya, Koto Tangah Kota Padang."Ternyata banyak masyarakat yang saya wakili mengeluh karena permasalahan dihadapi rakyat belum bisa diatasi Pemerintah Kota Padang, yang mencemaskan adalah menurunnya produksi padi terutama di Kelurahan Lubuk Minturun juga masih belum maksimalnya pembangun infrastruktur,"ujar Delma, kepada media ini, Senin 27/11 di Padang.

Delma juga membeberkan di Kelurahan Lubuk Minturun terdapat sekitar 30 hektar lebih sawah yang biasanya mampu memproduksi 50 ribu karung padi. Namun, tahun ini produksi padi tersebut turun di bawah rata-rata.Kondisi ini cukup memprihatinkan mengingat konsep keamanan pangan yang diterapkan oleh pemerintah Kota Padang faktanya belum terjaga.

Menurut masyarakat sekitar terjadinya penurunan produksi padi tersebut dikarenakan mahalnya harga pupuk Mengingat warga harus memenuhi kebutuhan mereka, mau tidak mau warga harus membeli pupuk yang murah dengan kualitas rendah."Persoalan ini harus menjadi perhatian Pemko Padang terutama Dinas Pertanian. Petani meminta kepada saya agar menyediakan pupuk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau," tegas Delma

Persoalan lainya yang dikeluhkan oleh masyarakat saat turun ke Dapil dua hari kemarin itu yakni soal pembangunan jalan lingkung di Kompleks Asabri Kelurahan Padang Sarai.Daerah tersebut belum tersentuh pembangunan jalan lingkung sejak 25 tahun lalu. Miris dengan kondisi tersebut, Delma sudah menganggarkan dana pembuatan jalan lingkung melalui dana pokok pikirannya tahun 2018.

"Fakta ini menunjukkan bahwa Pemko Padang belum memprioritaskan pembangunan di daerah pinggiran kota," ujarnyaMenyikapi banyaknya pengaduan persoalan yang dihadapi masyarakat, selaku anggota dewan dia akan membahas pada rapat Fraksi Partai Gerindra.(wanteha)

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Ultah Golkar 20
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini