Dalam Kajian Personal BrandingOleh: Satria Haris, Brand Activator
#UrangAwakHebat, tiga suku kata ini merupakan representasi dari personal branding tokoh yang berasal dari bumi minang, Sumatera Barat. Selain memiliki ke-khas-an masing-masing, mereka juga pandai menjaga suara pemilih dengan formula yang dimiliki.Bagi yang sudah bertekad mencalonkan diri di pemilu, pilkada atau pilpres
sekalipun, baik sebagai calon legislatif atau eksekutif, saatnya mengawali 2022 ini dengan berbagai hal yang terkait dengan personal branding untuk dapat menjaga suara pemilih. Mengapa harus menggunakan formula 5D?Ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya “bertahan atau tergantikan” yang di publish pada beberapa pekan lalu. 2022 adalah tanda bahwa kontestasi segera dimulai, diawali dengan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mentawai pada 22 mei 2022, kemudian disusul Wali Kota dan Wakil Wali Kota Payakumbuh pada 23 September 2022.
Di Indonesia, terdapat 101 kepala daerahhabis masa jabatannya tahun ini, 7 di antaranya adalah gubernur. Hal yang menarik di sini, apa saja langkah lanjutan yang akan dilakukan oleh tokoh tersebut sembari menunggu tahun 2024?
Karena 2 tahun bukan waktu yang singkat jika mereka tidak membangun komunikasi yang intens dengan calon pemilih. Berangkat dari 7 tokoh amazing yang di release oleh beberapa media online di Sumatera Barat, mari sejenak kita cocokkan apakah formula 5D dalam menjaga suara pemilih sudah mereka lakukan. Apakah mereka berpeluang untuk mendapatkan golden tiket menuju 2024.Berikut tokoh dan personal branding yang menjadi top of mind bagi pemilihnya :
1. Fadly Amran : Muda, Organisatoris dan Humanis.2. Audy Joinaldy : Milenial, Intelek dan Karismatik,3. Genius Umar : Berjiwa Besar, Pembelajar dan Genius.4. Fauzi Bahar : Karismatik, Organisatoris dan Gigih.
5. S Budi Syukur : Organisatoris, Humanis dan Berjiwa Besar.6. Andre Rosiade : Humanis, Pembelajar dan Petarung.
7. Erman Safar : Karismatik, Muda dan Unik.Mengacu pada istilah yang digunakan oleh pengamat politik yaitu political impression, untuk menang dalam kontestasi di Sumatera Barat, syarat calon pemimpin harus takah, tokoh dan tageh. Secara ketakahan, harus lebih unggul dibanding yang lain sehingga terbangun persepsi bahwa ia dapat memberikan harapan/ perubahan bagi
daerahnya.Secara ketokohan, sudah dikenal pada skala nasional melalui karya dan
Editor : Adrian Tuswandi, SH