Mandeh Kembali Jadi Buah Bibir, Ini Ide dari MDNG

Minang Network Diaspora Global (MNDG) tunggu zonasi KWT Mandeh dan siap gelontorkan investasi, Kamis 21/12 (dedi)Pembacaan kesimpulan MDNG terkait KWT Mandeh di Menara Yarsi 18/12 lalu. (foto: dok)
Minang Network Diaspora Global (MNDG) tunggu zonasi KWT Mandeh dan siap gelontorkan investasi, Kamis 21/12 (dedi)Pembacaan kesimpulan MDNG terkait KWT Mandeh di Menara Yarsi 18/12 lalu. (foto: dok)

[caption id="attachment_5124" align="aligncenter" width="1280"] Minang Diaspora Netwok Global (MDNG) tunggu zonasi KWT Mandeh dan siap gelontorkan investasi,hasil diskusi 18/12 disampaikan admin MDNG Burmailis Ilyas Kamis 21/12 (dedi)[/caption]Jakarta,---Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh di Pesisir Selatan terus memfenomenal, bahkan dampak amazingbnya Mandeh banyak pihak melupakan niilai-nilai yang hidup di masyarakat terutama soal kepemilikan lahan di Mandeh.

Akhirnya Minang Diaspora Network Global (MDNG) menjelang tutup tahun 2017 menggelar diskusi terkait KWT Mandeh termasuk destinasi yang mendapatkan perhatian khusus dari Presidenn RI Joko Widodo.Admin dari MDNG Burmailis Ilyas menyampaikan kesimpulan terkait KWT Mandeh kepada wartawan dan dishare diberbagai whatshap grup, Kamis 21/12 kemarin.

Menurut MDNG, masyarakat Minang terutama perantau/diaspora minang yang ada di dalam maupun luar negeri harus ambil bagian dalam investasi dan pembangunan Kawasan Mandeh

"Kawasan Mandeh sudah termasuk 12 daerah percepatan  destinasi wisata Indonesia, sehingganya MDNG mengusulkan dibentuknya sebuah badan khusus mengurus Mandeh (Mandeh Development Board),"ujar Burmailis.

Badan khusus itu atau Mandeh Development Board bisa diisi okeh private sector maupun mantan birokrasi yg mengerti tentang dunia pariwisata dan potensi bisnis di Mandeh."Diaspora Minang akan mengusahakan dibentuknya sebuah unit usaha untuk berinvestasi di kawasan Mandeh, secepatnya,"ujar Burmailis Ilyas.

Sementa kesimpulan kelima, disampaikan Prof Jurnalis Uddin, harus ada skema investasi dan dia siap setor saham Rp 1 miliar.

"Rp 1 miiliar sebagai modal awal dan mengajak pengusaha minang lainnya untuk bergabung,"ujar Jurnalis Uddin.[caption id="attachment_5125" align="aligncenter" width="1280"] Pembacaan kesimpulan MDNG terkait KWT Mandeh di Menara Yarsi 18/12 lalu. (foto: dok)[/caption]

Terkait soal bisnis ini MDNG pun menyimpulkan soal teknis dan business plan serta crowd funding ditegaskan Burmailis akan dibahas oleh tim kecilSedangkan kesimpulan ketujuh, yaitu revisi master plan sudah ada, lalu mempercepat lahirnya Kawasan ekonomi Khusus dengan syarat  luas 400 ha.

"Tapi pada diskusi menangkap soal lahan 400 hektar untuk kawasan ekonomi khusus masih diusahakan namun masih terkendala dalam pembebasan lahan,"ujarnya.Sedangkan terkait peluang investasi di KWT Mandeh, diskusi MDNG menyimpulkan masih berpeluang.

"Yakni sekitar 50 ribu hekktar lahan siap menunggu investasi berada di Pesssl dan sebagian di sekitar Kota Padang,"ujarnya.Pada bagian akhir MDNG, Burmailis Ilyas mengatakan forum menyimpulkan juga bahwa perlunya koordinasi antara pemprov Sumbar, Pemkab Pessel dan Pemerintah Pusat

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner JPS - BolaBanner - Gor
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini