[caption id="attachment_5132" align="aligncenter" width="1280"]
Peneliti UBH Padang dengan ketua tim peneliti Miko Kamal beberkan hasil indeks BUMN di Indonesia, Kamis 21/12 di Gedung Pasca Sarjana UBH Padang. (foto: wanteha)[/caption]Padang,---Peneliti Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Miko Kamal, Akmal dan Ryan Hidayat membeberkan Diseminasi Hasil Riset Indeks Transparan BUMN kepada wartawan, Kamis 21/12 siang kemarin di UBH Ulakkarang Padang.
Riset Transparansi BUMN ini menurut Miko Kamal berbasiskan website resmi dari BUMN itu masinh masing."Dari riset kita berbasiskan transparansi terkait UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik juga tentang akses publik terkait pengelolaan keuangan dari BUMN, hasilnya banyak BUMN setengah hati menerapkan prinsip clean and clear coorporate,"ujar Miko sebagai Ketum Tim Peniliti terkait BUMN.
Riset sendiri dilakukan kata Miko Kamal karena pemilik BUMN sebenarnya adalah masyarakat Indonesia sedangkan pemerintah adalah pemegang saham yang mewakili seluruh rakyat Indonesia."Dari populasi dan sampel penelitian ini adalah semua BUMN yang ada di Indonesia yang menurut kementrian BUMN 2016 berjumlah 119 BUMN. Maka dijadikan sampel penelitian dengan teknik metodelogi pengumpulan data secara teknis melalui internet dengan menggunakan mesin pencari google atau mempergunakan link yang ada website kementerian BUMN,"ujarnya.
Miko Kamal juga mengatakan metode dan analisis mempergunakan metode sensus dengan analisis statistik deskriptif."Prinsip transparansi yang digunakan dalam riset mengacu kepada pasal 14 UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,"ujarnya.
Dan dari diseminasi tim peneliti maka indeks transparansi BUMN skala skor yg dipergunakan studi ini 1-4 yaitu: 1. Perusahaan sangat tidak transparan (jika informasi tidak tersedia sama sekali)2. Perusahaan Tidak transparan (informasi tersedia tapi namun tidak lengkap kurang dari 50 persen )
3. Perusahaan cukup transparan (informasi tersedia akan tetapi tidak lengkap) dan4. Perusahaan transparan. (informasi tersedia secara utuh)"Dari kerja penelitian yang kita lakukan maka ditemukan yaitu: satu BUMN dengan indek 0,8 persen sangat tidak transparan, 52 BUMN 43,6 persen tidak transparan. Lalu 52 BUMN dengan indeks 43,6 persen transparan. Dan hanya 14 BUMN yang transparan,"ujar MikoSementara jumlah BUMN yang websitenya tidak membuat laporan tahunan hasil penelitian kata Miko sebanyak 48 BUMN.
"Riset dari tim peneliti Pascasarjana Universitas Bung Hatta didukung oleh institut untuk reformasi badan usaha milik negara ( Ireformbumn),"ujar.Miko.(wanteha)
Editor : Adrian Tuswandi, SH