Pegiat Media Deklarasikan Lawan Hoax di Aula Dewan Pers

Foto Pegiat Media Deklarasikan Lawan Hoax di Aula Dewan Pers
Foto Pegiat Media Deklarasikan Lawan Hoax di Aula Dewan Pers

Jakarta,---Banyak kalangan insan media online dalam forum diskusi media diselenggarakan SMCE (Social Media for Civic Education) mendeklarasikan perlawanan terhadap hoaks dan politisasi SARA.

Deklarasi diucapkab bersaman dengan diskusi bertajuk “Menakar Upaya Konkrit Media Online dalam Melawan Hoaks dan Politisasi SARA untuk Persatuan NKRI”.

Diskusi menghadirkan narasumber: Auri Jaya (Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia), Jodhi Yudono (Ketua Umum Ikatan Wartawan Online), AKBP Bayu (Unit V Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri), dan Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten/ Institut Media Sosial dan Diplomasi), dilaksanakan di Aula gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih No 32-24, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin 26 Maret 2018, pukul 14.00 – 17.30 WIB.

Jodhi Yudono (Ketua Umum Ikatan Wartawan Online) pada presentasinya mengingatkan para wartawan harus merdeka, artinya beritanya harus bebas dari intervensi politisi, pengusaha, dan kekuatan lainnya.

Jodhi Yudono juga mengajak generasi muda membaca dan belajar dari riwayat hidup wartawan senior Almarhum Adinegoro.

“Hampir setiap minggu, saya bersama teman-teman ke daerah melantik kepengurusan baru IWO, waktu ke daerah kami manfaatkan untuk belajar bersama. Saya mewakili IWO juga meminta masyarakat jangan sungkan mengkritik IWO, kami sangat terbuka, karena kritik-kritik tersebut akan menjadikan IWO lebih baik. Saya juga mengingatkan masyarakat bisa hilang kepercayaannya terhadap pers, jika pers membuat hoaks atau pers terkooptasi oleh kekuatan politik tertentu. Karena itu kritik-kritik dari masyarakat harus benar-benar diperhatikan oleh organisasi wartawan manapun,” ujar Jodhi Yudono, Senin kemarin.

Pembicara lainnya dari Unit V Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, AKBP Bayu mengatakan hoaks memecah belah bangsa.

"Dan kami sudah melakukan tindakan tegas dengan menangkap pelakunya," ujar Bayu.

Kemudian, Bayu meluruskan informasi hoaks yang mengatakan bahwa polisi hanya menangkap pelaku yang muslim.

“Itu hoaks, kami juga menangkap pelaku non muslim yang menghina agama Islam dan para Ulama, kami mengimbau agar kita semua lebih hati-hati dengan hoaks,” ujar AKBP Bayu.

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner InfografisBanner - Gor
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini