Sebenarnya penambahan income melalui paket-paket wisata yang ditawarkan oleh Pokdarwis bisa sebagai sitawa sidingin. Filosofi Desa Wisata laiknya membangun peradaban. Pola yang membaurkan batas desa-kota dan nagari-kelurahan mesti diintensifkan.Potensi dan hamparan faktor pendukung yang telah terbentuk berbilang tahun membuat optimisme Rahmat Nona, sang 'local champions' kelurahan Parit Antang mampu membawa kampungnya menyamai, syukur-syukur melebihi seniornya, Sukmareni.
Bu Neng, panggilan akrab mantan dekan FH UMSB Dr. Sukmareni, menjadi pelopor desa wisata Sanjai hingga senantiasa bertengger di klub elite. Dengan pendampingan ini bisa menggali potensi terpendam dan menelurkan desa wisata baru yang tampil dengan keunikan tersendiri.So what Gitu Lho...
Desa Wisata di kota bukan sesuatu yang aneh. Desa Wisata Pecinan Glodok di Jakarta, bahkan 50 besar ADWI 2022. Jadi bukan berarti hanya Desa Wisata di desa yang berhak memboyong penghargaan.Atau semata bersawah hutan saja yang patut menyandang titel desa wisata. Kawasan di kota metropolitan ibukota negara sekalipun, terbukti punya kesempatan sama.
Konon pula Bukittinggi kita, si anak dambaan. Tinggalkan keraguan dan diskursus desa-kota. Jalan sudah di taruko, tinggal katam aluih.Senyampang demikian, tidak ada salahnya kalau kualitas dan kesiapan warga tempatan, sekali lagi perlu sama intensnya dilakukan pendekatan. Tentu sepenuhnya membesut dari kesadaran masyarakat itu sendiri.Sekiranya kolaborasi ini bisa berjalan baik, maka capaian ADWI 2023, program agrowisata dan wisata terintegrasi bukan sekedar slogan di mulut, namun manfaat pariwisata berkelanjutan terasa benar pada setiap kita.(analisa)
Editor : Adrian Tuswandi, SH