Polemik Larangan UAS di Payakumbuh Terus Bergulir, Nazar Tanjung Desak MUI Cabut Keputusan

Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pemuda Pancasila Sumatra Barat, Nazar Tanjung. (Foto: Ist)
Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pemuda Pancasila Sumatra Barat, Nazar Tanjung. (Foto: Ist)

Polemik terkait UAS ini bermula setelah MUI Payakumbuh mengeluarkan surat larangan bagi UAS untuk menghadiri sebuah tabligh akbar di Payakumbuh.

Larangan tersebut didasarkan pada dugaan bahwa kehadiran UAS bisa dianggap sebagai bentuk kampanye terselubung untuk salah satu Paslon dalam Pilkada Payakumbuh yang akan datang.

Namun, keputusan ini menimbulkan kontroversi di kalangan umat Islam, khususnya pendukung UAS, yang menilai bahwa pelarangan tersebut tidak berdasar.

Banyak pihak yang mempertanyakan alasan di balik keputusan MUI Payakumbuh tersebut, mengingat UAS selama ini dikenal sebagai ulama yang fokus pada dakwah dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Gusrizal Gazahar, selaku Ketua MUI Sumatra Barat, merespons polemik ini dengan memperkuat keputusan MUI Payakumbuh.

Dalam sebuah video yang juga beredar di media sosial, Gusrizal menyatakan bahwa ia telah melakukan pengecekan dan pengkajian terhadap keputusan MUI Payakumbuh sebelum mendukungnya.

Menurut Gusrizal, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan yang matang dan demi menjaga netralitas dalam Pilkada Payakumbuh.

Ia menegaskan bahwa MUI berusaha untuk menghindari segala bentuk kegiatan yang dapat disalahartikan sebagai kampanye politik oleh tokoh agama.

Namun, sikap ini tetap menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk Nazar Tanjung, yang merasa bahwa keputusan tersebut justru bisa memecah belah umat Islam di Sumatra Barat.

Di tengah polemik yang terjadi, Nazar Tanjung menyampaikan harapannya agar umat Islam dapat bersatu dan tidak terpecah belah oleh keputusan yang dinilainya berdasarkan prasangka.

Editor : MS
Banner InfografisBanner - Gor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini