“Stakeholder yang akan kita undang dalam Rakor adalah dari Kepolisian Resor Kab/Kota, Kejaksaan, Kodim, Kesbangpol Kab/kota, dan BPBD. Dalam Rakor nanti, akan dibicarakan secara umum bagaimana pengamanan distribusi logistik sampai ke tingkat TPS satu hari sebelum pemungutan suara,” jelasnya.
KPU Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk tetap transparan dalam pengelolaan dan distribusi logistik pemilu.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa seluruh proses ini dilakukan demi terciptanya demokrasi yang jujur, adil, dan akuntabel. Kami sangat terbuka dalam pengelolaan dan distribusi logistik,” kata Jons.
Jons juga menambahkan bahwa keterbukaan ini adalah bagian dari tanggung jawab KPU untuk melayani masyarakat dalam memilih pemimpin mereka.
Proses pemilu yang transparan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi dan menjamin bahwa suara mereka dihitung secara akurat dan aman.
Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan debat terbuka, distribusi logistik yang tepat waktu, dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pemilu kali ini berlangsung lancar dan sukses.
KPU Sumatera Barat berkomitmen untuk mengawal proses ini dengan penuh integritas.
Masyarakat Sumatera Barat pun diimbau untuk turut serta dalam pemilu, menyuarakan hak pilih mereka demi masa depan provinsi yang lebih baik. (***)
Editor : MS

