Febby juga menyayangkan adanya dugaan keterlibatan salah satu ketua tim sukses paslon lain yang menyebarkan isu fitnah. “Fitnah itu disebarkan di warung dan sudah ada saksi yang siap bersaksi,” kata Febby.
Ia meminta seluruh kandidat dan tim sukses agar menjaga kampanye tetap dalam koridor hukum, karena Pilkada di Pariaman diharapkan tetap dalam suasana “badunsanak” atau penuh persaudaraan.
Setelah Pilkada berakhir pada 27 November, Febby berharap warga Pariaman bisa kembali hidup rukun.
“Jangan rusak rasa persaudaraan karena momen Pilkada. Siapapun pilihan kita, kebersamaan dan Pilkada badunsanak harus diutamakan,” imbuhnya. (***) Editor : MS