Karnalis Kamaruddin, Kepala Sekretariat Bawaslu Sumbar, dalam laporannya menyebutkan bahwa pengawasan dari masyarakat sangat penting bagi penyelenggara pemilihan.
Dengan adanya partisipasi masyarakat, diharapkan mereka tidak hanya menjadi objek dalam proses pemilihan, melainkan juga berperan sebagai subjek aktif yang berkontribusi menjaga integritas pemilu.
“Bawaslu berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kualitas demokrasi di Sumbar.
Kami akan secara tertulis mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses pemilihan agar berlangsung dengan adil dan jujur, sehingga menghasilkan kepemimpinan yang memiliki legitimasi kuat,” tambah Karnalis.
Selain memperkuat koordinasi antara jajaran pengawas, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu sekaligus memitigasi potensi pelanggaran sejak dini menjelang pemilihan serentak 2025.
Karnalis menjelaskan bahwa persiapan yang matang sejak awal diharapkan dapat mencegah berbagai bentuk pelanggaran dan menciptakan pemilu yang berkualitas.
Acara ini kemudian ditutup dengan pembacaan deklarasi pengawasan partisipatif oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumbar.Dalam kesempatan yang sama, Badko HMI Sumbar juga menandatangani MoU dengan Bawaslu Sumbar, menandakan keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengawasan pemilu.
Sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Muhammad Khadafi dari Bawaslu Sumbar, serta Ulya dan Samaratul Fuad yang memberikan wawasan mengenai pentingnya pengawasan terhadap iklan dan pemberitaan di media.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan proses pemilihan di Sumatera Barat berjalan lancar dan dapat menciptakan pemimpin yang memiliki integritas dan dukungan kuat dari masyarakat.
Editor : MS