Ia menyebut bahwa masyarakat Agam menjadi korban langsung karena pemerintahan yang kurang harmonis, terbukti dari rendahnya pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Realisasi PAD 2023 hanya mencapai 70,34 persen dari target Rp210,89 miliar. Ini adalah bukti bahwa rakyat menderita akibat pemerintahan yang tidak optimal dalam menjalankan tugasnya!" seru Yogi dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Yogi menjelaskan bahwa pemerintahan yang tidak stabil ini mencerminkan kehancuran akibat konflik berkepanjangan.
Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan, dan rakyat Agam berhak mendapatkan pemimpin yang mampu bersinergi demi kemajuan bersama.
Ia menyatakan bahwa perombakan menyeluruh dalam pemerintahan Agam sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.
Pasangan Guspardi-Yogi dengan tegas mengajak masyarakat Agam untuk mendukung kepemimpinan yang bersih dan harmonis.“Agam membutuhkan perubahan nyata, bukan hanya janji kosong!” tegas Yogi, mengguncang panggung debat malam itu.
Dengan performa debat yang penuh antusiasme, pasangan Guspardi-Yogi berhasil menarik perhatian publik dan menguatkan opini bahwa Agam membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja sama demi kesejahteraan rakyat. (***)
Editor : MS
