Optimalisasi Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Kota Padang Menuju Kota Pintar

Paslon nomor 1, Fadly Amran menerima Penghargaan Apresiasi Tokoh Indonesia disaat menjadi Walikota Padang Panjang. (Foto: Ist)
Paslon nomor 1, Fadly Amran menerima Penghargaan Apresiasi Tokoh Indonesia disaat menjadi Walikota Padang Panjang. (Foto: Ist)

"Program ini adalah sebuah terobosan yang penting, terutama untuk menjadikan Kota Padang sebagai kota pintar," tambah Fadly.

Kota pintar sangat erat kaitannya dengan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait rencana pembangunan.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah kota harus menyediakan platform digital yang dapat digunakan oleh warga.

Platform tersebut nantinya bisa berbasis masjid, mushola, surau, dan tempat ibadah lainnya di setiap RT dan RW.

Dengan memanfaatkan internet gratis dari Pemerintah Kota Padang, masyarakat dapat mengakses informasi dan menyampaikan persoalan maupun usulan terkait pembangunan secara langsung.

Jika terpilih menjadi Walikota Padang, Fadly menyatakan akan memastikan seluruh sumber daya yang ada di kota disinergikan melalui konsep "Tungku Tigo Sajarangan" dan pemberdayaan masyarakat di tingkat RT, RW, hingga kecamatan.

"Kami akan melibatkan pengurus masjid, mushola, dan surau sebagai basis pembelajaran masyarakat, serta menyediakan platform komunikasi dengan pemerintah," kata Fadly.

Potensi besar partisipasi warga terlihat dari jumlah Rukun Tetangga (RT) yang mencapai 3.444 dan Rukun Warga (RW) yang berjumlah 888.

Sementara, 104 kelurahan di Padang yang memiliki masjid, mushola, serta tempat ibadah lain dapat dimaksimalkan untuk membangun kekuatan bersama dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Padang.

Fadly menyatakan bahwa pengembangan Kota Pintar akan menarik investasi dan mendukung ekosistem ekonomi digital.

Editor : MS
Banner Komintau - MenteriBanner Nevi - Haji
Bagikan

Berita Terkait
Terkini