"Kami berharap aparat keamanan dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik insiden ini. Semoga tidak ada lagi tindakan kekerasan selama masa pesta demokrasi," tambahnya.
Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pilkada, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga stabilitas keamanan.
Wakil Bupati menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, mengedepankan sikap persaudaraan, dan menjauhi tindakan yang dapat memicu konflik.
"Pilkada adalah pesta demokrasi, bukan ajang permusuhan. Siapapun yang terpilih nanti adalah pilihan rakyat Solok Selatan. Mari kita jalani proses ini dengan damai, tanpa kekerasan, tanpa kaca pecah, tanpa darah tertumpah, dan tanpa ban terbakar," tegasnya.
Ia berharap insiden ini tidak mengganggu semangat demokrasi di Solok Selatan dan semua pihak dapat bersatu untuk membangun masa depan daerah.
"Pemimpin yang terpilih nanti adalah harapan kita semua untuk membawa Solok Selatan ke arah yang lebih maju. Mari kita tunjukkan bahwa Solok Selatan mampu menjadi contoh daerah yang melaksanakan Pilkada dengan aman, tertib, dan demokratis," ujarnya. (***)
Editor : MS